SMAN 1 Pontianak Berpredikat Sekolah Berprestasi
- 02 Mei 2024 21:22 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: SMAN 1 Pontianak mendapat penghargaan dalam kategori sekolah berprestasi dan Duta SMA pada peringatan Hardiknas 2024. Keberhasilan SMAN 1 Pontianak meraih prestasi tak lepas dari peran para orang tua siswa.
Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Mariyati mengatakan peran orang tua berpengaruh besar terhadap pendidikan anak, kontribusi aktif mendorong semangat dan kepercayaan diri menghasilkan anak-anak berprestasi. Hal itu mendorong SMAN 1 Pontianak mengadakan program parent teaching day (PTD) di mana orang tua mengajari siswa mengenai keahlian (pekerjaan) mereka.
"Di mana keterlibatan orang tua itu sangat menunjang kegiatan belajar mengajar, dalam program PTD ini orang tua ikut andil dalam pembelajaran itu, orang tua sebagai gurunya," kata Indang usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (2/4/2024).
Dia menambahkan SMAN 1 Pontianak menjadi angkatan pertama sekolah penggerak, sekolah ramah anak, sekolah sadar hukum dan HAM serta kampus terbuka SMANSA merupakan program yang baru saja diresmikan pada 29 april 2024.
Program PTD ini, SMANSA mengundang praktisi dari luar seperti dosen IT, atau yang berpengaruh di bidangnya yang berkaitan dengan pembelajaran tingkat lanjut di SMANSA. Dengan menjadi sekolah penggerak dan menggunakan Kurikulum merdeka menjadikan SMAN 1 Pontianak contoh untuk sekolah lain.
"Juga ada yang namanya SMANSA berbagi, itu kami menerima dengan lapang dada SMA yang ada di Kalimantan Barat untuk belajar, saling berbagi dan saling diskusi. Dengan adanya program ini kita bisa saling mendukung, namanya sekolah pasti ada kekurangan dan kelebihannya. Kelebihannya bisa kita ambil begitu juga kelebihan di SMANSA bisa jadi contoh positif untuk sekolah lain," ucapnya.
Kurikulum merdeka membebaskan siswa untuk memilih mata pelajaran tingkat lanjut yang mereka sukai, dengan memilih berdasarkan minat dan bakat diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuannya dengan lebih baik. Adapun kurikulum merdeka merupakan merdeka berbagi di mana guru-guru yang mengajar sudah mampu untuk mengembangkan sendiri perangkat ajarnya, disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
"Kegiatan pembelajaran jadi lebih variatif tidak terbatas di dalam ruang kelas jadi tidak monoton, anak-anak juga menerima pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakatnya jadi pembelajaran lebih bermakna dan dekat sama anak-anak," kata Siti Febry, salah satu guru di SMAN 1 Pontianak.
Ia mengungkakan adanya kendala dalam proses pengajaran menggunakan kurikulum merdeka seperti mengakomodir gaya belajar siswa dalam satu waktu serta keterbatasan diferensiasi pembelajaran. "Dalam proses mengajar, hambatannya belum maksimal dalam mengakomodir gaya belajar siswa dalam suatu waktu dan keterbatasan differensiasi pembelajaran," katanya, mengakhiri.
Penulis: Hanna Rizky Amalia (Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Untan/magang)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....