Tangkap Ikan Pakai Setrum Masih Ada di Demak

  • 26 Apr 2024 10:46 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang : Aktivitas penangkapan ikan dengan menyetrum dan racun masih di jumpai di Demak. Hal ini menjadi hasil pengamatan dari Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Demak Sutrisno.

Sutrisno menyebut penggunaan alat tangkap setrum dan racun itu masih banyak di sungai- sungai kecil atau sungai-sungai air tawar. Menurutnya, aktivitas ini tidak hanya terjadi di Demak melainkan merata di perairan tawar di Jawa Tengah.

"Kebetulan hobi saya jalan- jalan dan mengamati lingkungan, sesuai keadaan lapangan saja. Pengunaan alat tangkap setrum itu masih banyak di sungai-sungai kecil atau sungai- sungai air tawar," ujarnya pada RRI, Kamis (25/4/2024).

Lebih lanjut, Sutrisno yang juga aktivis lingkungan ini sangat menyayangkan aktivitas tersebut. Sebab, penangkapan ikan dengan setrum dan racun dapat menyebabkan kerusakan ekosistem.

"Ini menganggu perkembangbiakan ekosistem yang ada di sungai. Dampaknya lebih mengerikan racun, karena selain membunuh ikan- ikan kecil juga berdampak pada budidaya ikan lainnya dan mengarah pada hilirnya," ujarnya.

Ia menceritakan di daerah moro Demak misalnya, pengunaan pestisida sektor pertanian berdampak dikawasan tambak menyebabkan ikan mati dan kerdil. "Ketika musim penyemprotan hama tambak tambak di Wedung, morodemak ini sangat berdampak pencemarannya bisa menganggu perkembangbiakan ikan," tandasnya.

Sutrisno meminta pemerintah harus menyikapi serius masalah ini. "Kalau ada larangan penggunaan setrum seperti cantrang atau sodo ini tidak ada tindakan sampai saat ini," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....