Makna Dalam Sebutan Garwo' Sigarane Nyowo"

  • 20 Apr 2024 18:55 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya :Sering kita mendengar kata Garwo atau Sigaraning Nyowo (Belahan Jiwa) lebih dari sekedar bojo (suami/istri). Disebut belahan jiwa karena wanita tercipta dari tulang rusuk pria sehingga keduanya merupakan kesatuan

Istri sebagai pendorong dan penyemangat demi kemajuan suami di bidang pekerjaannya. Itulah yang dimaksudkan sebagai garwa (sigaraning nyawa atau belahan jiwa),i tu disampaikan Ustadzah Noor fitriah.

ketika seorang pria dan wanita sudah siap menjalin ikatan suci dengan melangsungkan pernikahan maka mereka harus menyiapkan mental mereka untuk saling memahami antara yang satu dengan yang lain, sehingga akan timbul rasa kasih sayang diantara mereka yang kemudian bisa membawa keadaan keluarga menjadi Sakinah Mawadah Warrahmah.

“Suami atau istri dalam istilah jawa itu garwo yang artinya sigarane nyowo, belahan jiwa. Maka pasangan suami akan bisa merasakan apa yang dirasakan oleh istri begitu juga sebaliknya, dan itu merupakan modal dasar untuk membina rumah tangga”. tuturnya.

Sigaraning” yang asal katanya dari kata “sigaran” artinya adalah belahan. Tiap orang yang hanya membaca kata “sigaran” akan punya banyak persepsi tentang kata yang satu ini. Lalu kata “nyawa” yang kita tau artinya merujuk pada jiwa seseorang. Tidak ada yang spesial kan? Karena setiap manusia punya nyawa.

Nah, lalu apa yang akan terjadi ketika kita sandingkan dua kata ini?“sigaraning nyawa” punya makna lebih dalam dari sekadar nyawa atau jiwa seseorang. Makna yang luas, dalam, dan punya arti khusus yang menuntut pemahaman lebih luas lagi. Tak hanya persoalan belahan jiwa semata, tapi juga penghargaan dan penghormatan terhadap “pengabdian” seseorang, yaitu istri.

Dalam konsep “sigaraning nyawa” kedudukan istri bukan sebagai “pembantu” atau “pelayan” saja, seperti yang banyak disalahartikan oleh banyak orang.

" Banyak orang berpikir kalau istri adalah sosok yang menyiapkan mereka makan, menemani mengobrol, menjadikan rumah bersih dan berkilau. Padahal sesungguhnya jauh lebih mulia daripada itu. Wanita bukan cuma “konco wingking”, tapi “sigaraning nyawa”, belahan jiwa, partner hidup, separuh nyawa yang ada di tubuh yang lain, namun dengan jiwa yang satu, Ungkapnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....