TBM Sekolah Peradaban Kalbar Perbaiki Adab pada Anak
- 07 Apr 2024 16:48 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: TBM Sekolah Peradaban Kalbar adalah sebuah taman bacaan masyarakat yang berdiri secara individu serta riil dibangun untuk masyarakat. Disebut Sekolah Peradaban Kalimantan Barat (Kalbar), karena visi misi mereka adalah selain mengembangkan enam dasar literasi juga mengajarkan mengenai adab yang baik terutama kepada anak – anak.
“Seperti kita ketahui, di era sekarang untuk baca tulis atau berhitung banyak yang sudah bisa tetapi untuk adab yang masih sangat kurang, sehingga di TBM Sekolah Peradaban Kalbar ini selain mengajarkan baca tulis, literasi dan sebagainya, kami juga mengajarkan tentang adab seperti mengaji dan adab - adab keseharian,“ ujar Rendy Kusuma selaku Pendiri dan Pengelola TBM Sekolah Peradaban Kalbar di acara Ngobras RRI Pontianak, Sabtu (6/4/2024) malam.
TBM yang berdiri sejak 15 April 2020 ini, berawal dari keprihatinan Rendy melihat suatu wilayah yang tidak ada masyarakat atau pemuda yang menggerakkan tentang literasi. Padahal anak - anak dan masyarakat sebenarnya butuh akan literasi. Mengingat literasi adalah hal yang penting, apalagi di Indonesia angka literasi saat ini masih cukup rendah.
Awalnya TBM ini berlokasi di sebuah tempat bekas pesantren yang beralih fungsi menjadi kontrakan dengan keadaan yang memprihatinkan dengan segala keterbatasannya seperti atap yang bocor ketika hujan atau lantai yang di alas karpet seadanya.
Sasaran dari TBM Sekolah Peradaban Kalbar ini adalah anak – anak dari usia PAUD, TK, hingga kelas 5 SD. Dengan menerapkan metode atau pendekatan terhadap anak – anak agar mereka tertarik untuk bergabung.
“Jadi, kita membuat metode pembelajaran melalui permainan yang seru yaitu bisa diselingi dengan menyanyi atau belajar berhitung dengan menggunakan bahan – bahan sekitar. Jadi, kami tidak menggunakan alat - alat yang dibeli tetapi membuat media belajar dari bahan yang ada dengan sekreatif mungkin,“ kata Rendy
Dalam menjalankan TBM ini , Rendy mengajak teman – teman mahasiswa sebagai relawan untuk membantu mengajar anak – anak pada hari Sabtu dan Minggu. Di hari Sabtu, fokus pada kegiatan mengaji, adab, serta doa -doa. Kemudian dilanjutkan dengan membantu anak – anak mengerjakan PR sekolah mereka. Sedangkan pada hari Minggu, kegiatan lebih banyak ke permainan.
“Anak-anak zaman sekarang tidak seperti kita dulu di mana alam bisa menjadi tempat bermain yang menyenangkan. Jadi, kita tidak hanya fokus pada mainan yang sudah jadi tetapi membuat mainan dari bahan yang ada di sekitar misalnya membuat pistol – pistolan,“ ucap Rendy.
Saat ini, TBM Sekolah Peradaban Kalbar sudah memiliki tiga tempat pembelajaran. Berlokasi di Kubu Raya dan Kota Pontianak. Ke depan, Rendy berharap agar TBM ini bisa membawa hal positif dan masyarakat terutama di Kota Pontianak dan Kubu Raya bisa merasakan dan mengetahui enam literasi dasar. Terutama karena masih rendahnya minat baca masyarakat saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....