Indonesia Urutan ke Lima Dunia Penghasil Sampah Plastik

  • 18 Mar 2024 18:15 WIB
  •  Surabaya

KBRN Surabaya: Memperingati Hari Daur Ulang Sedunia yang diperingati setiap tahun pada tanggal 18 Maret bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya daur ulang dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Direktur Sahabat Lingkungan Satrijo Wiweko saat dihubungi RRI 18 Maret mengungkapkan, dunia akan dipenuhi oleh sampah plastik dan sangat sulit terurai di alam karena sampah plastik membutuhkan waktu 350 tahun untuk terurai dan sampah plastik di dunia memiliki volume 8 miliar ton. Sedangkan Indonesia menduduki urutan ke 5 penghasil sampah plastik terbesar di dunia dengan jumlah 9,13 juta ton. Indonesia juga menempati urutan kelima dunia sebagai negara pembuang sampah plastik ke laut dengan volume 56,333 ton.

"bisa kita bayangkan kalau sampah plastik itu berserakan di daratan ataupun lautan pasti akan mencemari lingkungan, apalagi di lautan sampah plastik ini sulit terurai akan tercabik-cabik oleh biota laut akhirnya menjadi konsumsi biota laut dan plastik yang tercabik jadi makanan biota laut akan berubah menjadi fragmenia kecil-kecil bahkan sampai menjadi nano plastik, nah kalau nano plastik ini berada di tubuh ikan bisa kita bayangkan bahwa makan ikan itu dikatakan sehat sekarang harus hati-hati karena tubuh ikan akan tersusupi atau terintruisi oleh nano plastik, nano plastik ini kalau dikonsumsi manusia melalui kita makan ikan bisa menyebabkan kanker dan pada akhirnya akan mengganggu kesehatan lingkungan," ujarnya kepada RRI (18/3/2024).

Belum lagi di daratan juga masyarakat kita membuang sampahnya masih bertumpuk berserak sehingga sampah plastik menggunung di TPA ataupun di lahan-lahan kosong menjadi tumpukan sampah plastik dan masih banyak warga masyarakat untuk mengolah sampah plastiknya justru dibakar, dengan sampah plastik yang dibakar ini bukan menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah baru karena sampah plastik yang dibakar akan menghasilkan dioksil.

"dioksil akan mengganggu paru-paru kita dan pada akhirnya akan menimbulkan kanker paru-paru , upaya yang bisa kita lakukan adalah melakukan prinsip-prinsip 3R reduce, reuse maupun recycle.

Bulan Ramadan ini biasanya orang melakukan buka puasa dengan membeli takjil namun ditemukan banyak sekali takjil yang dikemas dengan plastik dan lebih baik bukbernya disajikan dalam bentuk piring yang bisa digunakan berulang kali.

" Plastik yang terlanjur berada di lingkungan harus melakukan upaya reuse untuk menggunakan kembali plastik tadi agar dimanfaatkan untuk produk-produk yang lain seperti botol, gelas air mineral, " tambah Koko pamggilan akrabnya.

" justru plastik dimanfaatkan kembali misalnya untuk pot atau bahkan lebih baik bisa dikumpulkan di pillah lalu dikirim ke bank sampah dikirim ke industri daur ulang akan menghasilkan produk yang berguna dan bermanfaat, sampah akan membawa berkah, yang tadinya PR akan kita rubah menjadi Rp atau cuan dengan cara membuat daur ulang," imbuhnya. (Rianita)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....