Petani Kopi Lampung Barat Diajak Terapkan Sistem Tanam Pagar

  • 22 Jan 2024 16:43 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN Lampung Barat, Untuk meningkatkan produktivitas kopi, para petani di Lampung Barat terutama di Kecamatan Lumbok Seminung diharapkan untuk dapat menerapkan sistem tanam pagar. Pola tanam pagar ini merupakan metode penanaman kopi yang ditanam secara berjajar dan rapat, dengan jarak tanam 1 meter antara tanaman dalam satu baris dan berjarak 2,5 Meter antara baris lainnya.

Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lumbok Seminung, Mat Tamrin menjelaskan, penerapan sistem tanam pagar ini sudah mulai diterapkan oleh petani kopi di wilayah itu, tepatnya di Pekon Ujung Rembun. Saat ini pola tanam ini diterapkan di lahan seluas sekitar 10 hektare (Ha).

"Belum banyak, baru diterapkan di Pekon Ujung Rembun, itupun hanya seluas 10 Ha. Mengingat sistem tanam ini bisa meningkatkan produktivitas buah kopi, maka kami mengajak para petani kopi untuk bisa ikut menerapkan pola tanam yang sama," kata Mat Tamrin.

Mat Tamrin menjelaskan, banyak keuntungan apabila petani dapat menerapkan sistem tanam pagar, yang diantaranya mampu meningkatkan hasil panen antara 4 hingga 5 ton per ha. Meningkatnya hasil panen ini juga karena jumlah populasi tanaman bertambah yaitu dengan hitungan jarak 1 M x 2,5 M maka per hektar dapat diisi sebanyak 5.000 batang pohon kopi.

"Apabila rata rata produksi 1 kg per batang maka 5.000 batang mampu menghasilkan 5 ton per ha. Sedangkan untuk pola tanam biasa jarak tanamnya 2 M x 2,5 M, maka jumlah populasi tanaman hanya 2.500 batang yang artinya maka cuma menghasilkan 2,5 ton per ha," ujar Mat Tamrin.

Untuk itu, pihaknya akan terus mendukung petani kopi di berbagai pekon untuk menerapkan sistem tanam pagar, karena selain dapat meningkatkan produktivitas kopi, celah baris tanaman kopi dapat dimanfaatkan untuk tanaman tumpang sari. Pihaknya, akan terus memberikan pendampingan kepada petani kopi untuk menerapkan sistem pagar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....