Pecahkan Rekor Dunia, 3 Juta orang hadiri Haul Abah Guru Sekumpul

  • 16 Jan 2024 12:33 WIB
  •  Surabaya

KBRN Surabaya - Haul Guru Sekumpul ke 19 ini berbeda dari sebelumnya. Tidak tampak di layar kaca TV kedua putra Guru Sekumpul, yakni Muhammad Amin Badali dan Muhammad Hafi Badali Al-Banjari. Jutaan jemaah mendoakan KH Muhammad Zaini Abdul Ghani yang biasa dipanggil Abah Guru Sekumpul pada momen haul ke 19 pada 2024 Minggu (14/1/2024).

Terpantau, jutaan jemaah melantunkan tahlil dan doa. Mereka terpantau khusuk. Jemaah rata rata menyimak prosesi melalui layar lebar dan video tron yang disiarkan melalui Channel Ar-Raudah TV. Itu dilakukan usai salat magrib berjamaah, diimami oleh Guru Sa'duddin Salman yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Habsyi dan Tahlil dari Ahli Waris.

Namun dari sumber dihimpun, pada peringatan Haul Guru Sekumpul 2023 kali ini, posisi Amin dan Hafi yang merupakan kedua putra Guru Sekumpul berada di balik mihrab Musala Ar-Raudhah. Jika haul hari hari ini dibarengi tahlil, diperkuat dengan penjelasan deskripsi di link youtube Ar-Raudah yang bertuliskan "Pembacaan Maulid Al-Habsyi, Tahlil & Doa Haul Abah Guru Sekumpul di Musholla Ar-Raudhah, Sekumpul Martapura Kalimantan Selatan Senin Malam (14/01/2024). Hanya saja, tahun ini tidak ada pembacaan manakib dan lebih singkat.

Salah satu jemaah, Sabransyah dari Rantau mengaku lega sudah mengikuti haul 2024.

"Meski di sekitar masjid Pancasila saja, kami rasa sudah puas. Mudahan tahun depan bisa kembali bisa ke haul Guru Sekumpul lagi ke barisan depan, dan berharap bisa di dalam kawasan Ar Raudah, " harapnya.

Sementara Kapolres Banjar AKBP Ifan Hariyat menyatakan haul yang dihadiri 3 juta orang lebih mendapat penjagaan dari kepolisian.

“Angka itu kami dapat dari server seluler,” jelasnya di Posko Pengamanan Sekumpul, Minggu malam.

Jumlah tersebut didukung data kendaraan jemaah di lokasi parkir. Ifan mengatakan untuk bus ada 601 unit dari 15 titik parkir. Mobil sebanyak 151.119 dari 196 titik, sepeda motor ada 1.200.094 dari 387 titik dan 533 kelotok.

Sebelumnya Kapolda Kalsel Irjen Winarto memperkirakan jemaah yang datang lebih dari 2,5 juta orang. Mereka tidak hanya dari Kalsel, tetapi juga dari luar provinsi. Bahkan ada yang dari luar Pulau Kalimantan. Perkiraan tersebut disampaikannya saat meninjau kondisi, situasi dan pengamanan di kawasan tersebut.

"Sampai Minggu sore ini, saya kira lebih dari 2,5 juta orang," kata Winarto.

Peninjauan dilakukan bersama Bupati H Saidi Mansyur, Kapolres Banjar AKBP M Ifan Hariyat serta Ketua DPRD Kalsel Supian HK.


Profil

KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari atau akrab dipanggil Abah Guru Sekumpul lahir pada 11 Februari 1942 di desa Tunggul Irang Seberang, Martapura. Ia adalah putra dari pasangan Abdul Ghani bin H. Abdul Manaf bin Muhammad Seman dan Hj. Masliah binti H. Mulya bin Muhyiddin.

Ia merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjari. Sejak kecil, Guru Sekumpul sudah ditanamkan kedisiplinan dalam pendidikan, seperti tauhid, budi pekerti, dan membaca Al Quran. Ia juga diajarkan untuk memiliki rasa cinta kasih dan hormat kepada para ulama. Pada 1949, Qusyairi, panggilan akrab Guru Sekumpul ketika kecil mengikuti pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Martapura.

Lalu, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Darussalam, Martapura. Saat itu, Guru Sekumpul juga berlatih dengan guru-guru akbar spesialis keilmuan, salah satunya adalah al-Alim al-Fadhil Sya’rani Arif. Ia juga dididik oleh sang paman, Guru Seman, yang kemudian mengajak dan mengantarkannya mendatangi tokoh-tokoh yang terkenal dengan spesialisasinya masing-masing, baik di Kalimantan maupun di Jawa.

Akibat didikan dari keluarganya, ia sejak kecil sudah menunjukkan sifat mulia, seperti penyabar, pemurah, dan kasih sayang terhadap sesama. Abah Guru Sekumpul sudah menghafal Al-Quran sejak berusia 7 tahun dan tafsir al-Jalalain ketika berusia 9 tahun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....