Wamenhan Serahkan 25 Komputer Untuk SMPN 1 Kota Magelang
- 11 Nov 2023 12:21 WIB
- Semarang
KBRN, Magelang : Wakil Menteri Pertahanan RI Muhammad Herindra menyerahkan bantuan 35 unit komputer kepada SMPN 1 Magelang. Bantuan komputer tersebut diterima secara simbolis oleh Kepala SMP Negeri 1 Kota Magelang, Budi Wahyono.
"Bantuan ini sebagai bentuk sumbangsihnya selaku alumni SMPN 1 Kota Magelang. Dan, juga untuk memberikan kontribusi dalam rangka memajukan almamater saya, SMP Negeri 1 Kota Magelang ini," kata Wakil Menteri Pertahanan RI Muhammad Herindra saat menyerahkan bantuan 35 unit computer untuk SMP Negeri 1 Kota Magelang, kemarin.
Herindra mengatakan, bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk tanggung jawab moral dirinya kepada sekolah tempat menuntut ilmu, meskipun hanya hingga kelas dua saja. Karena, memasuki kelas tiga, ia pindah sekolah di Jakarta.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya bagi sekolah dan siswa –siswa SMP Negeri 1 Kota Magelang. Sehingga dapat menunjang pembelajaran serta meningkatkan mutu pendidikannya.
“Saya berharap, komputer yang saya serahkan ini dapat berguna bagi sekolah dan para siswa SMP Negeri 1 Kota Magelang. Selain itu, agar SMP Negeri 1 Kota Magelang bisa terus maju dan meningkatkan mutu pendidikan,” kata Herindra yang juga Ketua Umum Paguyuban Rantai Kentjana (Parantjana atau paguyuban alumni SMP Negeri 1 Kota Magelang).
Kepala SMPN 1 Magelang Budi Wahyono mengatakan, dengan adanya tambahan bantuan 35 unit komputer tersebut, kini sekolahnya mempunyai sebanyak 67 unit komputer.
“Bantuan ini berawal dari kurangnya fasilitas komputer di laboratorium SMP Negeri 1 Kota Magelang yang jumlahnya hanya 28 unit. Sedangkan idealnya, jumlah minimal komputer pada laboratorium komputer itu adalah 35 unit,” kata Budi.
Ia menambahkan, penambahan fasilitas komputer tersebut diharapkan bisa berguna untuk menunjang pembelajaran mata pelajaran informatika. Selain itu juga untuk memperlancar kegiatan assessment nasional bagi para siswa.
“Sebelumnya, kurangnya fasilitas komputer itu berdampak pada kegiatan asesment 2022 lalu. Sehingga asesmen itu harus dilaksanakan beberapa sesi, dengan jumlah 45 siswa per sesi,” katanya. (wiedyas)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....