Peresmian Pabrik, Bupati Kediri Pastikan Karyawan SKT Terlindungi Jamsos
- 17 Mei 2023 04:26 WIB
- Surabaya
KBRN, Kediri: Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana memastikan 1.400 karyawan rokok di Pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT) PT Karyadibya Mahardhika (KDM) terlindungi jaminan sosial (jamsos).
"Ada 1.400 tenaga kerja yang terserap di pabrik rokok Apache ini dan alhamdulilah mereka sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan. Hal itu menjadi salah satu padat karya yang ada di Kecamatan Pare, dan saya mendoakan semoga ke depan masyarakat Kabupaten Kediri yang diterima di sini bisa lebih banyak lagi, sehingga sekaligus mendukung perkembangan iklim investasi di daerah ini," kata Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat menghadiri peresmian pabrik baru SKT PT Karyadibya Mahardhika (KDM) di Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Selasa (16/5/2023).
Di tempat ini, Bupati Kediri yang akrab disapa Masbup tak hanya bertemu dengan jajaran Direksi PT KDM, melainkan juga berbincang dan mendengar keluhan warganya yang menjadi tenag kerja di pabrik tersebut.
Seperti yang diungkapkan Winingsih, salah satu pekerja di SKT PT KDM Pare, Kabupaten Kediri.
"Saya senang sekali setelah curhat ke Masbup Dhito, keluhan tentang penderitaan anak saya yang memiliki 10 jari tidak sempurna alias dempet sejak bayi sampai sekarang usia tiga tahun, maka kini dapat bantuan. Bahkan tadi Masbup Dhito langsung meminta jajarannya menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, supaya segera ada solusi," kata Winingsih.
Selain menampung keluhan sejumlah tenaga kerja, Masbup Dhito juga terlihat mencoba belajar memproduksi SKT dengan karyawan setempat, memberikan pertanyaan melalui kuis dan bagi yang beruntung berhak memperoleh hadiah menarik. Seperti voucher menginap di hotel, ponsel, hingga mendapatkan satu unit laptop.
Sementara itu, Head of SKT PT Karyadibya Mahardhika (KDM) Pare, Kabupaten Kediri, Hendra Gunawan membenarkan, jika manajemen perusahaan telah menaati aturan pemerintah, sehingga 1.467 pekerja pabrik rokok tersebut sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Dari jumlah ini, 98 persen di antaranya merupakan warga Kediri.
"Pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan pekerja kami di sini, sudah dilakukan sesuai aturan pemerintah. Bahkan jika di perusahaan lain hal itu diberikan setelah mereka bekerja beberapa periode, tapi di pabrik ini tidak begitu, justru ketika tenaga kerja tersebut dinyatakan diterima maka namanya langsung didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial itu," kata Hendra.
Ke depan, manajemen perusahaan siap menambah jumlah karyawan berdasarkan kebutuhan pasar saat ini. Terlebih jika melihat kapasitas pabrik tersebut, bisa menampung 1.800 tenaga kerja.
"Meski demikian, penambahan karyawan ini tergantung dari kondisi pasar mendatang. Kalau terkait kapasitas produksi rokok, angkanya mencapai 500 juta batang rokok per tahun," katanya.
Senada dengan Hendra, Corporate Affairs & Communications Director PT KDM, Fajar Utomo melanjutkan, pabrik yang berlokasi di Desa Pelem merupakan relokasi dari pabrik sebelumnya yang bertempat di Desa Bendo, Kecamatan Pare.
"Lalu di lokasi ini akan dikhusukan untuk produksi Sigaret Kretek Tangan Apache milik PT KDM," katanya.
Pihaknya pun mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kediri tang telah memberi dukungan atas proses relokasi tersebut, sehingga saat ini operasional pabrik siap untuk berjalan. Ia berharap, dalam jangka panjang keberadaan pabrik di Desa Pelem dapat memberi kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.(Ayu Citra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....