Berawal Mimpi dari Kecil, Angel Tembus Puteri Indonesia

  • 06 Feb 2026 18:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Anggelia Meryciana, Puteri Indonesia Kalimantan Barat, membagikan kisah perjalanannya menuju ajang pageant nasional saat hadir dalam Program Special Segment RRI Pro 2 Pontianak, Kamis, 4 Februari 2026. Kehadirannya di Studio Pro 2 menjadi momen berbagi inspirasi tentang proses, perjuangan, serta misi yang ia bawa untuk daerah. Angel dijadwalkan mewakili Kalimantan Barat pada ajang Puteri Indonesia tingkat nasional yang akan digelar pada April mendatang.

Dalam perbincangan tersebut, Angel mengungkapkan bahwa keikutsertaannya di dunia pageant berawal dari mimpi masa kecil. “Motivasi ikut pageant ini adalah mimpi dari kecil,” ujarnya saat siaran berlangsung. 

Ia menuturkan bahwa persiapan menuju Puteri Indonesia 2026 telah dilakukan selama kurang lebih dua tahun. Sebelumnya, pada tahun 2021 ia sempat masuk jajaran Top 5, namun mengaku sempat ragu untuk kembali berkompetisi. 

Dukungan keluarga, tim, dan orang-orang terdekat akhirnya membuatnya mantap mempersiapkan diri secara lebih matang. Ia menyebut proses panjang tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan mental dan kemampuan diri.

Angel menjelaskan bahwa ajang Puteri Indonesia menekankan konsep 3B, yakni Brain, Beauty, dan Behaviour sebagai kualitas utama yang harus dimiliki finalis. Ia menilai kecantikan hanya menjadi penunjang, sementara kualitas diri dari dalam jauh lebih penting. Sikap, wawasan, dan kepribadian dinilai menjadi fondasi utama dalam menjalankan peran sebagai Puteri Indonesia.

Perjalanan Angel di dunia pageant dimulai sejak 2016 saat mengikuti ajang Dara Gawai Dayak dan terpilih sebagai Dara Gawai Berbakat. Pengalaman tersebut menjadi titik awal dirinya aktif dalam kegiatan pengembangan diri dan sosial. Ia juga memegang prinsip hidup “Effort + Response = Outcome” dalam setiap proses yang dijalani.

“Apapun yang mau dikerjakan memang harus ada effortnya, respons dari tim dan orang sekitar juga berpengaruh. Kalau responsnya positif, hasilnya akan positif juga,” jelasnya. 

Prinsip tersebut menurutnya membantu menjaga konsistensi selama menjalani proses panjang menuju ajang nasional. Ia menilai dukungan lingkungan turut menentukan hasil yang diraih.

Angel menjelaskan bahwa proses seleksi Puteri Indonesia diawali dengan audisi offline berupa wawancara untuk mengetahui latar belakang peserta serta penilaian catwalk. Selama masa karantina, peserta mendapatkan pembekalan materi dari sponsor, mengikuti malam bakat, serta menjalani depth interview dari Yayasan Puteri Indonesia pusat. 

Dalam ajang tersebut, Angel juga membawa proyek sosial “Kampokng Saham” untuk mempromosikan literasi pariwisata Desa Saham di Kabupaten Landak melalui kampanye media sosial bersama tim yang sudah dilakukan sejak tahun 2021.

Menutup perbincangan, Angel menyampaikan pesan bagi generasi muda. “Buat Gen Z yang mau mengerjakan sesuatu, kerjakan dari hati, tulus, ikhlas, dan dipersiapkan dengan baik. Kalau dikerjakan setengah-setengah, hasilnya pun akan setengah juga. Apapun yang mau dilakukan, lakukan yang terbaik,” pesannya. 

Ia juga mengajak generasi muda meningkatkan literasi sebagai bagian dari upaya menyongsong generasi emas 2045.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....