Tiga Hal Persiapan Menyambut Ramadan 1447 Hijriyah

  • 27 Jan 2026 14:32 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar -Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan, sarat keistimewaan, dan sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam seyogyanya mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, mengingat bulan suci ini hanya datang sekali dalam setahun. Setidaknya, terdapat tiga hal penting yang perlu dipersiapkan dalam menyambut Ramadhan.

Pertama, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Hal ini dapat dilakukan dengan memperbanyak taubat dan memohon ampun atas segala dosa yang pernah dilakukan. Tidak ada satu pun manusia yang terbebas dari dosa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Setiap anak cucu Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baiknya orang yang berbuat dosa adalah yang bertaubat." (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Allah SWT juga memerintahkan hamba-Nya untuk bertaubat, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:

"Wa tūbū ilallāhi jamī‘an ayyuhal-mu'minūna la‘allakum tufliḥūn."

Artinya: “Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).

Kedua, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Hubungan dengan Allah SWT dapat diperbaiki melalui shalat sunnah taubat dan istighfar. Namun, hubungan dengan sesama manusia tidak cukup hanya dengan istighfar. Jika terdapat urusan hutang piutang, maka wajib diselesaikan. Jika ada kesalahan dan kekhilafan, maka harus meminta maaf serta menyambung kembali silaturahmi yang mungkin selama ini terputus.

Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga hubungan baik antar sesama sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.

Ketiga, mempersiapkan ilmu tentang puasa Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga." (HR. Ahmad).

Hadits tersebut menjadi peringatan bahwa puasa tanpa ilmu dapat menyebabkan ibadah tidak bernilai pahala. Oleh karena itu, umat Islam perlu mempelajari dan memahami ilmu-ilmu yang berkaitan dengan puasa Ramadhan agar ibadah yang dijalankan bernilai sempurna di sisi Allah SWT.

Dengan mempersiapkan diri secara spiritual, sosial, dan keilmuan, diharapkan Ramadhan 1447 Hijriyah dapat dijalani dengan lebih khusyuk, bermakna, dan penuh keberkahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....