Blind Spot Jadi Ancaman Serius Keselamatan Berkendara
- 20 Jan 2026 03:07 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,Surabaya: Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, tetapi juga pada pemahaman pengemudi terhadap kondisi di sekitar kendaraannya. Dalam praktik mengemudi modern, area Blind Spot atau titik buta menjadi salah satu faktor utama yang kerap memicu kecelakaan di jalan raya.
Isu ini diangkat oleh pakar otomotif Surabaya, Indra Sadewo, saat dihubungi Pro1 melalui sambungan telepon pada Senin, 19 Januari 2026. Indra Sadewo menjelaskan bahwa Blind Spot adalah area di sekitar kendaraan yang tidak dapat terlihat oleh pengemudi, baik melalui pandangan langsung maupun melalui kaca spion.
Area ini menjadi sangat berbahaya karena pengemudi tidak mampu mendeteksi keberadaan kendaraan lain di sisi tertentu. “Titik buta ini adalah zona berisiko tinggi, terutama saat kita bermanuver di dekat kendaraan besar seperti truk atau bus,” ujarnya.
Sadewo menegaskan bahwa kesadaran terhadap Blind Spot bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi setiap pengendara. Menurutnya, banyak kecelakaan terjadi karena pengemudi mengabaikan area yang tidak terlihat tersebut.
“Setiap pengendara wajib mengetahui area Blind Spot,” tegasnya. Ia menambahkan, pemahaman ini harus menjadi bagian dari perilaku berkendara defensif di jalan raya.
Secara umum, titik buta terbagi menjadi beberapa zona utama di sekitar kendaraan. Zona pertama adalah Side Blind Spot yang berada di sisi kanan dan kiri kendaraan, khususnya di belakang pilar mobil. Selain itu, terdapat Rear Blind Spot yang berada tepat di belakang kendaraan, serta Front Blind Spot yang biasanya terjadi pada kendaraan besar dengan jarak sekitar dua meter di bagian depan.
Penyebab munculnya Blind Spot dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari desain kendaraan, dimensi pilar kaca, hingga keterbatasan jangkauan kaca spion standar. Muatan berlebih yang menutup pandangan juga turut memperluas area titik buta ini. Sadewo menyebut, kondisi ini membuat pengemudi harus lebih waspada terhadap kendaraan di sekitarnya.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, Sadewo menyarankan agar pengemudi mengatur kaca spion dengan benar sehingga bodi kendaraan hampir tidak terlihat dari dalam kabin. Selain itu, pengemudi perlu menolehkan kepala sejenak sebelum berpindah jalur.
“Jangan hanya mengandalkan spion, pastikan dengan menoleh langsung ke area belakang kendaraan,” katanya.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi keselamatan modern seperti kamera 360 derajat, sensor parkir, dan sistem Blind Spot Monitoring. Namun demikian, kewaspadaan pengemudi tetap menjadi faktor utama.
“Yang terpenting adalah jangan berlama-lama berada di Blind Spot kendaraan lain, khususnya truk besar,” ujar Sadewo. Dengan kombinasi pengaturan spion yang tepat, kesadaran lingkungan, dan teknologi asistensi, risiko kecelakaan akibat Blind Spot dapat ditekan secara signifikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....