Pengungsi Banjir di Maninjau Agam Bertambah 428 Orang

  • 02 Jan 2026 16:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Lubuk Basung: Jumlah pengungsi akibat banjir bandang di Muaro Pisang, Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, terus bertambah. Hingga Jumat (2/1/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Sumatra Barat, mencatat jumlah pengungsi mencapai 428 orang.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, di Lubuk Basung, Jumat (2/1/2026). “Sebelumnya pengungsi hanya 314 orang dan kini bertambah menjadi 428 orang,” katanya.

Ia menjelaskan, jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak juga meningkat dari sebelumnya 100 KK menjadi 160 KK. Ini setelah banjir bandang kembali terjadi pada Kamis (1/1/2026).

Para pengungsi menempati mushala, rumah kerabat, serta sejumlah fasilitas pemerintahan. Karena rumah mereka rusak dan berada di zona merah di sepanjang aliran Sungai Muaro Pisang.

Menurut Abdul Ghafur, dampak banjir bandang mengakibatkan empat unit rumah, tiga unit warung, dan dua unit penginapan mengalami rusak berat. Banjir bandang tersebut merupakan kejadian berulang yang kerap melanda kawasan Pasar Maninjau akibat meluapnya Sungai Muaro Pisang.

Peristiwa ini dipicu longsor yang terjadi pada Rabu (31/12) malam di tebing jalan Kelok 25, Jorong Kuo Tigo Koto, Nagari Matua Mudik, Kecamatan Matur. Longsoran material menutup aliran sungai sehingga menyebabkan penyumbatan.

“Air kemudian mencari aliran baru ke arah Simpang Maninjau dan membawa material lumpur serta bebatuan,” ujarnya. Material banjir juga menimbun badan jalan provinsi penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi sepanjang sekitar 30 meter dengan ketinggian timbunan mencapai satu meter.

Kondisi tersebut mengakibatkan akses jalan putus total. Abdul Ghafur menambahkan, alat berat telah mulai dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutupi badan jalan pada Jumat (2/1/2026) pagi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....