Sasirangan Banjar, Sebuah Teknik Pewarnaan Khas Kalimantan Selatan

  • 18 Des 2025 08:08 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Sasirangan merupakan kain tradisional masyarakat Banjar yang berkembang di Kalimantan Selatan. Kain ini dikenal melalui teknik jelujur dan pewarnaan khas berbasis ikatan benang.

Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, sasirangan telah dikenal sejak masa Kesultanan Banjar. Awalnya, kain ini digunakan dalam ritual pengobatan dan upacara adat tertentu.

Teknik pembuatan sasirangan diawali dengan menjahit pola pada kain polos. Jahitan kemudian ditarik kuat agar bagian tertentu tidak terkena pewarna.

Proses pewarnaan dilakukan menggunakan bahan alami maupun sintetis. Penelitian Universitas Lambung Mangkurat tahun 2021 mencatat pewarna alami berasal dari tumbuhan lokal.

Motif sasirangan memiliki makna simbolik yang beragam. Setiap pola merepresentasikan nilai kehidupan, doa, dan harapan masyarakat Banjar.

Seiring waktu, fungsi sasirangan mengalami perluasan penggunaan. Kain ini kini dimanfaatkan sebagai busana, aksesori, dan produk kriya.

Pelestarian sasirangan dilakukan melalui pendidikan dan pengembangan industri kreatif. Upaya tersebut menjaga kesinambungan tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya Banjar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....