Hari Orang Miskin Sedunia, Umat Teguh dalam Iman
- 16 Nov 2025 09:44 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Minggu Biasa ke-33 dirayakan umat di Gereja Hati Kudus Yesus Katedral Surabaya dengan penuh khidmat, bersamaan dengan peringatan Hari Orang Miskin Sedunia. Misa dipimpin oleh RD. Cornelius Triwidya Tjahya Utama dan disiarkan langsung melalui Pro 4 RRI Surabaya, Minggu (16/11).
Dalam homilinya, RD. Cornelius mengajak umat untuk menatap realitas hidup dengan iman yang matang, setia, dan tidak mudah goyah.
“Iman itu bukan hanya bersinar ketika terang, tetapi justru diuji dan dibentuk dalam saat-saat yang gelap,” tegasnya.
RD. Cornelius menegaskan bahwa bacaan hari itu, terutama nubuat Nabi Maleakhi dan Injil Lukas, mengingatkan umat bahwa hari Tuhan akan datang sebagai saat penghakiman dan pembaruan. Ia mengutip Sabda Tuhan, “Sungguh hari Tuhan akan datang menyala seperti perapian… tetapi bagi kamu yang takut akan Nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya.” Menurutnya, ayat itu bukan untuk menakut-nakuti umat, melainkan untuk memurnikan hati dan mengajak hidup dalam kesetiaan.
Dalam kotbahnya, RD. Cornelius juga menyinggung pengalaman hidup yang sering kali berubah dan tidak dapat dipastikan. Ia mengajak umat untuk tidak terpaku pada hal-hal lahiriah yang mudah berubah, sebagaimana Yesus mengingatkan bahwa tidak ada satu batu pun di Bait Allah yang akan tetap berdiri.
“Yesus mengajak kita fokus pada hal yang kekal, bukan pada apa yang tampak indah namun sementara,” ujarnya.
Mengaitkan bacaan kedua dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika, ia menegaskan pentingnya bekerja dan tidak bermalas-malasan. Rasul Paulus dengan tegas mengatakan bahwa siapa yang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.
“Iman tidak boleh menjadi alasan untuk pasif. Iman harus dijalani dengan setia, bekerja, dan membawa sukacita,” kata RD. Cornelius.
Memperingati Hari Orang Miskin Sedunia, RD. Cornelius mengajak umat untuk melihat kemiskinan bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai nilai yang memurnikan hati dan menguatkan kepekaan sosial. Ia menuturkan pengalamannya dibesarkan dalam keluarga sederhana yang membuatnya mengerti arti syukur.
“Saya pernah sebulan hanya makan nasi dengan parutan kelapa. Tapi dari situlah saya belajar bahwa yang penting bukan apa yang terlihat, melainkan apa yang membentuk hati,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas kepada mereka yang berkekurangan, sebab Yesus sendiri hidup dalam kesederhanaan dan tanpa kemewahan. RD. Cornelius menambahkan, “Kita diajak memiliki iman yang tidak bergantung pada kemapanan, tetapi pada Allah dan kehendak-Nya.” Ia menegaskan bahwa kesaksian iman yang sejati justru muncul dalam situasi sulit.
Menutup homili, RD. Cornelius mengajak seluruh umat untuk siap sedia dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. “Tuhan tidak meminta kita menjadi pahlawan yang luar biasa, tetapi menjadi hamba yang baik dan setia. Gunakanlah setiap talenta untuk memuliakan Tuhan dan melayani sesama,” pesannya.
Ia berharap peringatan Hari Orang Miskin Sedunia menjadi momentum bagi umat untuk semakin peduli, tangguh, dan bertekun dalam iman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....