Pengamat: Penyesuaian Tarif Tol Lampung Perlu Dikaji Mendalam

  • 12 Nov 2025 11:48 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Rencana pengelola Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni–Terbanggi Besar untuk melakukan penyesuaian tarif menuai tanggapan dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Pakar transportasi dari Institut Teknologi Sumatera (Itera)Muhammad Abi Berkah Nadi, yang menilai kebijakan tersebut perlu dilakukan kajian mendalam.

Menurut Abi, karakteristik pengguna Tol Sumatera berbeda dengan Tol di Pulau Jawa. Aktivitas lalu lintas di ruas tol Sumatera relatif lebih rendah, dengan dominasi kendaraan logistik dibanding kendaraan pribadi. Karena itu, penyesuaian tarif dikhawatirkan dapat menurunkan minat pengguna, khususnya dari kalangan angkutan barang.

"Bagi saya penyesuaian tarif ini ini harus diselaraskan juga dengan bagaimana peminat masyarakat, karena kan kita lihat Tol Sumatera ini yang paling besar untuk penggunaannya itu adalah kendaraan logistik, yang paling banyaknya itu," kata Abi kepada RRI, Rabu (12/11/2025).

Baca juga: Pengelola Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Sosialisasi Penyesuaian Tarif

"Apakah dengan adanya penyesuaian tarif ini nanti ke depannya akan berimpact baik atau mungkin kabar yang kurang baik juga. Nah harapannya juga setidaknya dari kemampuan tarif berbayar ini bisa menyesuaikan kemampuan baik penumpang atau pengendara kendaraan pribadi ataupun kendaraan logistik," ujarnya, menambahkan.

Dia juga menekankan jika penyesuaian tarif seharusnya dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas di jalan tol. Ia menilai langkah tersebut penting agar masyarakat merasakan manfaat langsung dari biaya tambahan yang harus mereka keluarkan.

"Apabila memang ada peningkatan tarif, harapannya memang untuk peningkatan fasilitas itu sudah harus terjamin," ucapnya.

Abi juga menyoroti beberapa sarana dan prasarana yang perlu mendapat perhatian antara lain penerangan jalan di malam hari, kenyamanan rest area, dan ketersediaan sarana untuk kendaraan listrik.

"Apabila ini ada kenaikan tarif, namun fasilitas tidak ada penambahan pasti akan menjadi problematika," kata dia.

Selain itu, Abi juga meminta agar perbaikan jalan dilakukan secara terencana dan tidak menimbulkan gangguan panjang di banyak titik sekaligus. Ia mengapresiasi upaya pengelola tol yang cepat dalam menangani kerusakan jalan, namun tetap mengingatkan perlunya skala prioritas dalam perbaikan agar tidak menghambat kelancaran lalu lintas.

Pakar transportasi dari Itera ini menambahkan, pemerintah dan pengelola tol perlu lebih dulu memperkuat pelayanan dan kenyamanan pengguna sebelum menerapkan kebijakan penyesuaian tarif.

"Bagi saya itu adalah saat ini jangan terlalu berfokus dulu dalam sisi peningkatan tarif, tapi bagaimana memberikan pelayanan dulu bagi masyarakat, apabila ini sudah ada impact-nya barulah kita bagaimana melihat penyesuaian tarif tersebut," jelasnya.

"Apabila Tol Sumatera ini terus menaikkan tarif tetapi kalau misalkan sisi pelayanan ini ternyata masih tidak ada perubahan secara signifikan bagi para pengemudi, nah itu bakal jadi problematika ke depannya," katanya, menambahkan.

Dia menyatakan perlunya kajian mendalam terkait dampak ekonomi dan sosial sebelum tarif dinaikkan, agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan efek balik berupa menurunnya penggunaan tol dan berpindahnya pengendara ke jalan non-tol.

"Jadi besar harapan saya ini ya mungkin harus ada kajian lebih mendalam lagi, seberapa besar pentingnya harus ada namanya peningkatan tarif ini, bagi saya adalah pelayanan ditingkatkan terlebih dahulu, selama pelayanan ini sudah diberikan bagi para pengendara ya setidaknya peningkatan tarif itu bisa mengikuti," katanya, mengakhiri.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....