Nilai Siri’ na Pacce dalam Kuliner Bugis Makassar
- 22 Okt 2025 21:36 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar: Tradisi kuliner Bugis-Makassar bukan hanya soal rasa dan penyajian makanan, melainkan juga menyimpan makna budaya yang dalam. Nilai Siri’ na Pacce menjadi pondasi moral yang menjiwai praktik makan bersama, berbagi makanan, hingga cara masyarakat menghargai satu sama lain dalam ruang kuliner.
Menurut Fajrul Ilmy Darussalam (2021) dalam jurnal Siri’ na Pacce dan Identitas Kebudayaan yang tersedia dalam situs jurnal.iain-bone.ac.id/, konsep ini menjadi identitas masyarakat Bugis-Makassar yang diwariskan lintas generasi melalui interaksi sehari-hari. Ia menegaskan bahwa aktivitas kuliner bukan hanya sekadar konsumsi, melainkan ruang internalisasi nilai sosial dan moral yang menjaga kohesi komunitas.
Kebiasaan berbagi makanan dalam keluarga maupun komunitas Bugis-Makassar dipandang sebagai bentuk nyata penghormatan terhadap sesama. Melalui praktik tersebut, setiap individu belajar tentang pentingnya empati, solidaritas, dan rasa malu apabila tidak mampu menjaga kehormatan dalam kebersamaan.
M. Wahyuddin Abdullah dkk. (2020) dalam jurnal Bisnis Berbasis Kearifan Lokal: Integrasi Siri’ na Pacce dan Etika Bisnis Islam yang terdapat dalam website http://journal3.uin-alauddin.ac.id/ menegaskan bahwa nilai ini membentuk prinsip kejujuran dan keadilan dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam dunia kuliner. Hal ini menunjukkan bahwa jual beli makanan tidak hanya bermakna ekonomi, tetapi juga mengandung pesan moral yang menuntun masyarakat untuk saling menghormati.
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa kuliner Bugis-Makassar adalah cermin hidupnya nilai Siri’ na Pacce yang memperkuat identitas budaya. Setiap sajian bukan hanya makanan yang mengenyangkan, tetapi juga simbol kebersamaan, empati, dan penghormatan yang terus dijaga oleh masyarakat hingga kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....