Pemkab Fakfak Kawal Pemulangan Jenazah Mahasiswa IPB ke Jakarta

  • 22 Okt 2025 07:52 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Bupati Fakfak Samaun Dahlan menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk turut mengantarkan jenazah almarhum Anggit Bima Wicaksana, mahasiswa IPB yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Distrik Bomberay, Selasa (21/10/2025), menuju Bandara Siboru Fakfak.

Jenazah Anggit dijemput langsung oleh Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menggunakan pesawa yang tiba di Bandara Siboru pada sekitar pukul 03.00 WIT dan kembali lepas landas ke Jakarta. Pemerintah daerah Fakfak turut mendampingi proses pemulangan jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi almarhum.

Potret kedatangan Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, di Bandara Siboru Fakfak

Mahasiswa Ekspedisi Patriot Kebangsaan dari Kementerian Transmigrasi RI itu gugur saat menjalankan tugas di wilayah Bomberay, Fakfak. Selain mengantarkan jenazah ke bandara untuk dipulangkan ke kampung halaman di Jakarta, jajaran pemerintah daerah juga sekaligus menyambut kedatangan Menteri Transmigrasi.

Dari Yogyakarta, Bupati Samaun Dahlan menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya mahasiswa IPB tersebut.

“Saya menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas berpulangnya Mahasiswa IPB bernama Anggit Bima Wicaksana di Distrik Bomberay. Kabupaten Fakfak–Papua Barat, semoga segala amal kebaikan diterima di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Dalam keterangannya Bupati Samaun menjelaskan dirinya tidak dapat hadir langsung dalam prosesi pemulangan karena sedang menjalankan tugas luar daerah. Namun, ia telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk mendampingi dan memfasilitasi seluruh proses pemulangan jenazah.

Bupati Samaun menegaskan seluruh biaya yang timbul dalam proses pemulangan jenazah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Fakfak. Ia menyebut kepergian Anggit sebagai bentuk keprihatinan mendalam yang dirasakan seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Fakfak.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan musibah dapat datang kapan saja dan di mana saja sebagai takdir Tuhan Yang Maha Esa. Ia berpesan kepada mahasiswa lain yang masih bertugas di Fakfak agar tetap berhati-hati, mawas diri, dan menjaga keselamatan dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....