Dosen Untag: Rendahnya Minat Bertani Perlu Kajian Psikologis

  • 20 Okt 2025 13:38 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Eko April Ariyanto, S.Psi., M.Psi., menilai rendahnya minat generasi muda terhadap pertanian perlu dikaji dari sisi psikologis. Ia menyebut, persoalan ini berkaitan erat dengan literasi karir dan pembentukan persepsi sejak dini.

Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai negara agraris, tetapi kesadaran generasi muda terhadap potensi pertanian masih rendah. Hal itu terjadi karena mereka kurang mendapat pengetahuan positif mengenai dunia pertanian sejak masa sekolah.

Eko menjelaskan, literasi karir semestinya diperkenalkan sejak usia dini agar anak memahami berbagai jenis pekerjaan. Di beberapa negara Eropa, anak-anak sudah dikenalkan aktivitas berbasis karir sejak tingkat taman kanak-kanak.

“Di Indonesia, pengenalan karir sering baru dimulai setelah remaja atau saat kuliah,” ujarnya, Senin (20/10/3025). Ia menilai, keterlambatan ini menyebabkan banyak anak muda tidak melihat pertanian sebagai jalur karir potensial.

Dari sisi psikologis, persepsi negatif yang terbentuk sejak kecil berpengaruh pada motivasi pilihan karir. Anak muda lebih mudah tertarik pada profesi yang dianggap modern, berpenghasilan tinggi, dan bergengsi.

Eko menambahkan, banyak faktor yang membuat pertanian tampak tidak menarik bagi generasi muda. Di antaranya harga pupuk mahal, lahan terbatas, tengkulak, serta risiko gagal panen akibat hama dan iklim.

Namun, hal tersebut bisa diubah dengan pendekatan edukasi dan pengalaman langsung di sekolah. Melalui aktivitas berkebun, praktik hidroponik, atau proyek pertanian mini, anak-anak dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap profesi petani.

Ia menilai, teknologi dapat menjadi jembatan antara pertanian dan minat generasi muda. “Gen Z sudah akrab dengan teknologi, jadi pertanian berbasis teknologi bisa menjadi pintu masuk menarik,” ucapnya.

Eko juga menekankan pentingnya kebijakan dari pemerintah untuk memperkuat ketertarikan generasi muda pada bidang pertanian, seperti memberikan jaminan saat tanam hingga pasca panen. Mempermudah akses penerapan teknologi pertanian, permodalan, maupun pemasaran hasil panen akan menumbuhkan ketertarikan dan motivasi untuk berkarir di bidang pertanian

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....