Abdul Kholik: Terbentuknya Ekosistem Garam Sumbang Pendapatan Daerah

  • 07 Okt 2025 08:01 WIB
  •  Semarang

KBRN,Semarang: Anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah Dr Abdul Kholik bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah memulai Jelajah Potensi Garam Pantura Jawa Tengah, Selasa (7/10/2025). Abdul Kholik mengatakan, jelajah ini untuk melihat secara langsung seperti apa potensi garam di Jawa Tengah.

“Berapa dan bagaimana dan juga tantangan apa potensi garam di Jawa Tengah ini. Tentu kita berharap ke depan bisa menjadikan garam sebagai kekuatan untuk ekonomi Jateng,” katanya.

Ia juga meyakini dengan terbentuknya ekosistem garam termasuk industrinya, garam dapat menyumbang pendapatan daerah kedepan. “Bahkan kita berharap Jawa Tengah bisa menjadi lumbung garamnya Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi mengatakan, produksi garam Jawa Tengah merupakan terbesar kedua di Indonesia. Ia merasa terhormat dapat mendampingi DPD RI dalam Jelajah Potensi Garam Pantura Jawa Tengah.

Endi menjelaskan, terdapat lima daerah di Jawa Tengah yang merupakan penghasil garam, yaitu Rembang, Pati, Jepara, Demak dan Kebumen. “Sebetulnya untuk kebutuhan industri dan kebutuhan Jawa Tengah ini sangat luar biasa, hampir 90.000 ton untuk kebutuhan industri,” jelas Endi.

Menurutnya, serapan garam untuk industri masih sangat terbatas, karena kualitas yang belum memenuhi standar industri yang dipengaruhi oleh teknologi dan cuaca.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, produksi garam rakyat Jawa Tengah pada 2024 mencapai 536.612 ton. Luas lahan produksi garam sekitar 8.267 hektare, dengan jumlah petani garam sebanyak 6.420 orang.

Jelajah potensi garam ini akan mengunjungi sejumlah industri dan sentra garam di Pantura Jawa Tengah. Di antaranya, di Kabupaten Rembang, Pati dan Demak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....