Lari Marathon, Olahraga Ketahanan yang Populer di Indonesia

  • 24 Sep 2025 13:40 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Lari marathon merupakan salah satu olahraga ketahanan yang semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Dari para atlet profesional hingga masyarakat biasa, banyak yang tertarik dengan tantangan dan manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh olahraga ini, terutama mereka yang ingin meningkatkan stamina dan kesehatan kardiovaskular.

Marathon adalah lomba lari jarak jauh sejauh 42,195 kilometer yang menguji ketahanan fisik dan mental para pelarinya melalui latihan yang terstruktur, disiplin yang tinggi, dan komitmen jangka panjang. Marathon memiliki sejarah yang panjang, bermula dari legenda Yunani kuno tentang Pheidippides yang berlari dari Marathon ke Athena untuk mengabarkan kemenangan dalam Perang Marathon pada tahun 490 SM.

Olahraga ini kemudian menjadi bagian resmi dari Olimpiade modern pertama pada tahun 1896 di Athena. Dilansir dari AIMS World Running pada laman aims-worldrunning.org, "Maraton seperti yang kita kenal sekarang sudah berusia lebih dari 120 tahun, tetapi sudah ada berbagai bentuk lomba lari jarak jauh sejak zaman Mesir kuno."

Menurut sumber yang sama, "Maraton telah menjadi jarak Olimpiade sejak Olimpiade modern dimulai pada tahun 1896, tetapi belum pernah ada yang seperti itu di Olimpiade kuno." Seiring berjalannya waktu, marathon berkembang pesat di seluruh dunia termasuk Indonesia yang mulai menyelenggarakan event-event marathon besar pada periode 1990-an hingga 2000-an, menjadikannya salah satu trend olahraga ketahanan yang paling diminati saat ini.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan pada laman lms.kemkes.go.id, olahraga lari jarak menengah, termasuk lari marathon, telah menjadi aktivitas fisik yang sangat populer di kalangan berbagai lapisan masyarakat. Meskipun banyak manfaat yang diperoleh, seperti peningkatan kebugaran kardiovaskular, stamina, dan kesehatan mental, olahraga lari jarak menengah juga dapat menimbulkan beban berat pada sistem jantung, terutama bagi mereka yang tidak memiliki persiapan fisik yang cukup.

Selain meningkatkan ketahanan kardiovaskular, marathon juga memberikan berbagai manfaat kesehatan lainnya yang telah diakui secara medis. Dilansir dari Kementerian Kesehatan pada laman lms.kemkes.go.id, kapasitas kardiorespirasi adalah kemampuan sistem kardiovaskular dan respirasi untuk mensuplai oksigen ke otot dan jaringan tubuh selama aktivitas fisik. Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kapasitas kardiorespirasi adalah dengan olahraga lari, yang telah terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, paru-paru, dan daya tahan tubuh secara keseluruhan.

Di Indonesia, marathon mulai mendapat pengakuan dari berbagai institusi kesehatan dan semakin banyak event marathon yang bermunculan di kota-kota besar seperti Jakarta Marathon, Mandiri Jogja Marathon, Bali Marathon, dan Surabaya Marathon. Olahraga ini menawarkan solusi praktis bagi masalah kesehatan modern seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kurangnya aktivitas fisik yang berkualitas pada era digital.

Marathon juga memberikan manfaat yang komprehensif bagi pelarinya. Dari segi fisik, marathon meningkatkan kapasitas kardiovaskular, memperkuat sistem muskuloskeletal, dan meningkatkan metabolisme tubuh. Dari segi mental, olahraga ini mengajarkan disiplin, ketahanan mental, goal setting, dan manajemen stress. Sedangkan dari segi sosial, komunitas lari yang terbentuk memberikan dukungan motivasi, networking yang sehat, dan sense of belonging yang kuat. Bagaimana, tertarik untuk memulai journey marathon dan merasakan transformasi kesehatan yang menyeluruh untuk tubuh dan pikiran Anda?. (Ellin/MG)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....