Grahadi, dari Rumah Kebun hingga Warisan Terluka

  • 02 Sep 2025 21:00 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, kembali jadi sorotan usai insiden kebakaran saat demonstrasi pada 30 Agustus 2025. Namun, sebelum menjadi pusat peristiwa, bangunan ini menyimpan sejarah panjang sejak akhir abad ke-18.

Menurut situs resmi Informasi Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur (INCAR), Grahadi dibangun pada 1795 oleh Dirk van Hogendoorp sebagai tuinhuis rumah kebun bergaya Holland Kuno lengkap dengan taman bunga dan menghadap Sungai Kalimas. Biaya pembangunannya kala itu diperkirakan mencapai 14.000 ringgit. Pada awalnya hunian ini menghadap ke utara, dengan pemandangan perahu-perahu yang melintas di Kalimas, namun pada 1802 arah hadapnya diputar ke selatan.

Renovasi besar dilakukan pada era Herman Willem Daendels, sekitar tahun 1810, mengubah Grahadi menjadi bergaya Indische Empire Style dengan kolom-kolom kokoh khas arsitektur kolonial. Sejak saat itu, fungsi gedung ini berkembang: dari rumah dinas Residen Surabaya, kemudian pada 1870 menjadi rumah Residen resmi, hingga dimanfaatkan sebagai kediaman Gubernur Jepang semasa pendudukan.

Memasuki masa kemerdekaan, Grahadi bertindak sebagai rumah dinas Gubernur Jawa Timur pertama, R.T. Soerjo, dan sejak era Gubernur Samadikun, dijadikan lokasi penerimaan tamu hingga resepsi resmi, meski gubernur berpindah ke kediaman lain di kota. Situs Cagar Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, juga mencatat peran penting Grahadi dalam sejarah nasional. Presiden Sukarno bahkan pernah berpidato di gedung ini pada era 1950-an, menjadikannya tempat berkumpul masyarakat untuk menyampaikan aspirasi politik.

Makna dan Tantangan Pelestarian

Gedung Grahadi, yang selama ini menjadi simbol identitas budaya dan politik Jawa Timur, kini menghadapi tantangan besar pasca-kerusakan. Nilai historis dari era kolonial, revolusi, hingga kemerdekaan terancam hilang. Karena itu, penting bagi otoritas dan masyarakat bersama-sama mendorong upaya restorasi agar nilai dan warisan Grahadi tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....