Aksi Damai Ratusan Mahasiswa Baubau Soroti Isu Nasional

  • 01 Sep 2025 16:36 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Kota Baubau menggelar aksi damai pada Senin (1/9/2025). Aksi ini menyuarakan tuntutan terhadap isu-isu nasional dan lokal yang dinilai mendesak untuk segera direspons oleh pemerintah dan parlemen.

Para mahasiswa memulai aksi mereka dengan berorasi di sejumlah titik strategis, yakni Tugu Kirab, Stadion Utama Betoambari, dan Tugu Nenas Kelurahan Wajo. Selanjutnya, massa bergerak menuju tiga lokasi utama penyampaian aspirasi yakni di Kantor Wali Kota Baubau, Kantor DPRD Baubau, dan Polres Baubau.

Aksi ini melibatkan sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Buton (BEM UM Buton), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Aksi dilakukan dalam tiga gelombang terpisah.

Ketua HMI Baubau, LM Irmansyah, dalam orasinya menyampaikan aksi ini membawa tiga tuntutan utama (Tritura) yang bersifat nasional. Tuntutan tersebut antara lain mendesak Presiden RI dan DPR untuk mereformasi institusi Polri serta memperketat seleksi rekrutmen anggota kepolisian, mendesak pembentukan undang-undang yang memperketat seleksi calon legislatif dari tingkat pusat hingga daerah dan Mendesak pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset bagi koruptor.

Selain isu nasional, massa juga menyoroti persoalan-persoalan lokal di Kota Baubau. Mereka meminta Wali Kota dan Ketua DPRD Baubau untuk menyuarakan Tritura Nasional kepada pemerintah pusat, mengusut tuntas dugaan praktik mafia pajak guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mendesak Kapolres Baubau menuntaskan seluruh kasus hukum yang masih mandek.

Tuntutan lainnya yakni meminta Pemkot dan DPRD Baubau segera membahas dan merealisasikan program pendidikan gratis serta bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa.

“Kami melakukan aksi damai dan non provokatif, kami Mahasiswa HMI cabang Baubau dan masyarakat mengutuk segala tindakan oknum aparat yang ada ada di Jakarta, kami turut berbela sungkawa, kami harapkan ada seleksi ketat terhadap anggota DPR hingga ketingkat kabupaten, demikian pula dengan seleksi Polri,”ungkapnya dalam orasi.

Menanggapi aksi tersebut, Wali Kota Baubau Yusran Fahim bersama Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu menyatakan apresiasi kepada mahasiswa yang tetap menjaga kondusivitas selama aksi.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Baubau, kami turut berduka atas meninggalnya salah satu pengemudi ojek online dalam demonstrasi di Jakarta. Kami juga berterima kasih kepada mahasiswa yang telah menjaga ketertiban di kota ini,” ujar Yusran saat menemui massa.

Ia menambahkan Pemkot Baubau tengah menghitung kebutuhan untuk bantuan baju dan sepatu sekolah, serta memastikan program pendidikan dan kesehatan gratis segera direalisasikan. Pemerintah juga tetap berkomitmen dalam peningkatan PAD demi kesejahteraan masyarakat.

Ketua DPRD Kota Baubau, Ardin, juga turut menemui massa aksi di depan gedung dewan. “Kami siap mengawal dan meneruskan aspirasi masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan isu nasional, ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Ardin.

Aksi damai ini ditutup dengan doa bersama untuk para korban aksi demonstrasi di Jakarta, termasuk mahasiswa dan pengemudi ojek online yang meninggal dunia. Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri secara tertib di bawah pengawalan aparat keamanan dari Polres Baubau, Kodim 1413 Buton, Yonif 835/Raja Wakaka, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....