Parenting Ala Suku Bugis-Makassar

  • 15 Agt 2025 13:25 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Di tengah arus modernisasi dan gempuran teknologi digital, pola asuh anak atau parenting berbasis kearifan lokal mulai kembali dilirik. Salah satu yang memiliki kekayaan filosofi adalah parenting ala Bugis-Makassar, yang sejak dahulu dikenal sarat nilai moral, sopan santun, dan kebersamaan.

Filosofi utama dalam budaya Bugis-Makassar adalah “Siri’ na Pacce”. Mengutip situs jurnal dari unkhair.ac.id, Siri’ bermakna harga diri dan kehormatan, sementara Pacce berarti empati mendalam dan solidaritas terhadap sesama. Nilai ini ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang menjaga martabat diri sekaligus peduli terhadap orang lain.

Tidak hanya itu, budaya mappatabe’ atau meminta izin dengan sopan juga menjadi salah satu pilar penting. Anak-anak dibiasakan mengucapkan salam dan kata sopan setiap kali masuk rumah orang lain atau melewati orang yang lebih tua. Hal ini membentuk karakter hormat dan rendah hati.

Peran matoa atau orang yang dituakan dalam keluarga dan masyarakat juga tidak kalah penting. Melalui cerita, nasihat, hingga keterlibatan anak dalam kegiatan adat seperti mappalili (ritual sebelum menanam padi), nilai-nilai seperti kerja sama, menghargai alam, dan rasa memiliki diwariskan secara alami.

Budaya gotong royong atau sibali parri’ menjadi pelengkap. Anak-anak dibiasakan membantu keluarga, tetangga, hingga masyarakat dalam berbagai kegiatan. Dari membantu panen hingga mempersiapkan pesta adat, semua menjadi ajang pembelajaran tanggung jawab sosial.

Kesantunan berbahasa pun menjadi ciri khas. Anak-anak diajarkan menyesuaikan bahasa dengan lawan bicara, menggunakan bahasa halus (basa to maraja) kepada orang tua atau tamu, dan bahasa biasa (basa to biasa) kepada teman sebaya.

Di era modern, nilai-nilai ini tidak hanya relevan, tetapi juga menjadi bekal penting menghadapi tantangan zaman. Menggabungkan kearifan lokal dengan pola asuh modern seperti gentle parenting dapat menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berempati tinggi.

Dikutip situs ugm.ac.id, Andika Wahyudi Gani akademisi Universitas Negeri Makassar dan Universitas Gadjah Mada menjelaskan bahwa Nilai budaya Siri’ na Pacce ini mengajarkan tentang moralitas kesusilaan berupa ajaran, larangan, hak, dan kewajiban yang mendominasi tindakan manusia untuk menjaga serta mempertahankan kehormatannya.

Dengan demikian, parenting ala Bugis-Makassar bukan hanya sekadar tradisi, melainkan sebuah warisan luhur yang layak dijaga dan diterapkan di setiap keluarga, demi membentuk masa depan bangsa yang berbudaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....