Setiawan Aswad Mundur dari Kepala Bappedalitbangda

  • 25 Jul 2025 18:00 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbangda) Provinsi Sulawesi Selatan Setiawan Aswad, dengan mundurnya Setiawan maka sudah lima pejabat eselon II yang memilih mundur dari jabatannya di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawei Selatan. Sebelumnya, sejumlah pejabat lingkup Pemprov Sulsel mengundurkan diri, Salehuddin sebagai Kepala BPKAD, kemudian ada Andi Muhammad Arsjad, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Ashari Fakhsirie Radjamilo Kepala Dinas Koperasi dan UMKM , Djunaedi Bakri Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan.

Mundurnya Setiawan Aswad, sebagai Kepala Bappedalitbangda disinyalir pasca DPRD melakukan protes terhadap tidak dianggarkannya, gaji PPPK dalam penyusunan Rencanan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Pengunduran Setiawan Aswad ini, telah dibenarkan Pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Sukarniaty Kondolele.Ia menjelaskan, jika jabatan Kepala Bappelitbangda Sulsel yang kosong diisi Plt oleh Muh. Saleh yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulsel.

Penunjukkan Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel juga ditandai dengan adanya surat perintah pelaksana tugas nomor: 800.1.11.1/61/VII/PLT/1/I/PLT yang ditetapkan pada 22 Juli 2025, di Makassar. "Iya, benar (Setiawan mengundurkan diri dan Saleh menjabat sebagai Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, red) "kata Bu Ani sapaan akrab Sukarniaty Kondolele Kamis 24 Juli 2025

Lebih jauh, Sukarnianty menyatakan Setiawan mengundurkan diri sejak, Selasa, 22 Juli 2025 dan pada saat yang sama Saleh ditunjuk sebagai Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel untuk mengisi kekosongan jabatan."Selasa 22 Juli 2025, sama saja tanggalnya," paparnya. Sementara itu, Setiawan Aswad mengaku keputusan pengunduran diri yang dilakukan sebagai bentuk kesadaran diri, terkait dinamika kerja dan ekspektasi pimpinan. "Tentunya pimpinan punya pertimbangan dan standar tersendiri dalam bekerja, dan sebagai bawahan harus memahami bagaimana ekspektasi dan target kerja pimpinan,” katanya.

Setiawan menyatakan jika kinerja perencanaan menjadi salah satu faktor yang menyulitkan situasi atau mengganggu konsentrasi pimpinan, maka dirinya merasa perlu untuk mengambil sikap. “Saya kira ini keputusan yang saya harus tahu diri. Ketika kinerja perencanaan menjadi salah satu yang membuat situasi menjadi sulit dan ada implikasinya, saya sebagai bawahan harus tahu diri juga,” ujarnya.

Meski menyatakan mundur, Setiawan menegaskan dirinya tetap terlibat dalam proses penyusunan dokumen strategis daerah seperti RPJMD dan RKPD.“Saya lapor ke beliau (pimpinan) bahwa walaupun saya mengundurkan diri, saya tetap bagian dari usaha-usaha teman-teman di Bappeda dengan TAPD untuk menyelesaikan RPJMD ini dan RKPD ini, selain menunggu arahan lebih lanjut," jelasnya. (Iin Nurfahraeni)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....