Herma Prabayanti, Doktor Baru Unesa Pakar Manajemen Medsos

  • 18 Jul 2025 10:11 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menambah daftar dosen bergelar doktor. Salah satunya adalah Herma Retno Prabayanti, dosen Program Studi S1 Ilmu Komunikasi yang juga dikenal sebagai konten kreator.

Sosok yang akrab disapa Bunda Herma ini resmi menyandang gelar doktor setelah menjalani ujian terbuka promosi doktor yang digelar pada Kamis (17/7/2025), di Ruang Sidang Lantai 2, Gedung FIP Unesa.

Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Manajemen Media Sosial untuk Meningkatkan Brand Image Universitas Negeri Surabaya”, Bunda Herma menawarkan model pengelolaan media sosial sebagai strategi peningkatan citra institusi di era digital. Ia memaparkan dengan optimis bahwa manajemen media sosial yang terstruktur menjadi kunci penting dalam mendukung visi dan misi perguruan tinggi.

"Kita tahu sosmed saat ini jarang atau bahkan tidak ada unsur edukasinya. Kajian ini juga berfokus pada konten kreator. Karena kalau digabungkan teori ini dengan praktek akan sangat bagus khususnya di dunia pendidikan," ujarnya seusai ujian terbuka.

Sebagai Direktur Branding, Marketing, dan Media Unesa, Herma menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu memiliki strategi pengelolaan media sosial yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mengedepankan nilai edukatif.

"Orang kependidikan harus tahu sosmed. Cara ini kita tahu cara pengelolaan secara umum dan spesifik perguruan tinggi. Perguruan tinggi butuh manajemen media sosial. Cari informasi gampang, dikelola baik agar tidak timbul hoax atau negatif issu," lanjutnya.

Dengan latar belakangnya sebagai konten kreator, Herma menilai bahwa manajemen media sosial tidak boleh semata-mata berorientasi pada viral saja. Yang lebih penting adalah bagaimana institusi hadir dengan citra akademik yang kuat dan relevan.

"Sepengamatan saya, pengelolaan media sosial di kampus-kampus masih carut-marut. Asalkan viral, manajemen media sosial belum jadi centre issues pemangku kebijakan. Ini yang menggerakkan saya mengambil doktor manajemen pendidikan khususnya media sosial. Karena belum ada yang merasa urgent, padahal generasi muda lebih banyak bermain sosmed daripada membaca buku," katanya.

Herma berharap hasil penelitiannya bisa diimplementasikan secara nyata di lingkungan pendidikan tinggi, baik sebagai pedoman maupun modul pelatihan.

"Saya berharap disertasi ini bisa dimanfaatkan secara nyata dan dilatihkan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas pengelolaan komunikasi digital kampus," ujar Herma.

Ujian terbuka ini dipimpin oleh Ketua Dewan Penguji, Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si., yang juga Dekan FIP Unesa. Promotor utama adalah Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., didampingi co-promotor Dr. Erny Roesminingsih, M.Si. Turut hadir sebagai penguji eksternal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Dr. Suryadi, serta para penguji internal: Dr. Nunuk Hariyati, S.Pd., M.Pd.; Dr. Karwanto, M.Pd.; dan Prof. Dr. Andi Kristanto, S.Pd., M.Pd.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....