Penyebaran Hoaks Dinilai Ancam Disintegrasi Sosial Bangsa
- 11 Jun 2025 17:51 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial dinilai semakin mengkhawatirkan dan dapat memicu disintegrasi sosial. Hal ini diungkapkan Ketua Forum Diskusi dan Kajian Liberal Banten Society, Ocit Abdurrosyid Siddi kepada RRI Banten dalam Mozaik Indonesia, Rabu (11/6/2025).
Menurut Ocit, penyebaran informasi palsu banyak disebabkan oleh ketimpangan antara pesatnya perkembangan teknologi dan rendahnya literasi digital masyarakat. Banyak pengguna media sosial yang belum memahami etika dan cara memverifikasi informasi sebelum membagikannya.
“Orang ingin jadi yang pertama tahu dan membagikan informasi, padahal tidak semua informasi yang disebar itu benar. Akibatnya, masyarakat mudah terprovokasi dan terjadi konflik horizontal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena dimana pengguna media sosial sering kali menyebarkan informasi tanpa klarifikasi atau perbandingan, hanya demi menjadi yang ‘terdepan’ dalam menyampaikan kabar, tanpa menyadari risiko yang ditimbulkan.
Lebih lanjut, Ocit menyebut hoaks memiliki dampak sosial yang destruktif. Ia bahkan menyamakan hoaks dengan kejahatan yang lebih sadis dari pembunuhan, karena dapat memecah belah masyarakat dan memunculkan stigma yang tidak berdasar terhadap individu atau kelompok tertentu.
Oleh karena itu, Ocit menekankan pentingnya peningkatan literasi digital melalui edukasi dan keterlibatan aktif semua pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil, untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab. (Muntibi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....