Muharam Jadi Momentum Hijrah dari Penyebaran Hoaks
- 16 Jun 2026 12:49 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dinilai tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga dapat dimaknai sebagai perubahan sikap dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak, Haerudin, mengajak masyarakat menjadikan Muharam sebagai momentum hijrah dari kebiasaan menerima dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Dalam dialog Banten Menyapa RRI PRO 1 Banten, Selasa, 16 Juni 2026, Haerudin mengatakan makna hijrah tidak sebatas perpindahan fisik, melainkan perubahan pola pikir, sikap, ucapan, dan perilaku menuju hal yang lebih baik. Menurutnya, semangat tersebut juga relevan diterapkan dalam penggunaan media sosial di era digital.
Ia menilai derasnya arus informasi saat ini menuntut masyarakat untuk lebih bijak dalam memilah berbagai informasi yang beredar. Terlebih, informasi yang bersifat provokatif dan tidak jelas sumbernya berpotensi memicu perpecahan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.
“Dengan adanya Muharam ini, maka kita berubah. Tidak lagi menerima dan menyebarkan berita-berita hoaks,” ujarnya.
| Baca juga: Refleksi Muharam Perkuat Kerukunan Umat |
Menurutnya, hijrah digital dapat dimulai dengan meninggalkan kebiasaan mengonsumsi konten yang menyesatkan dan lebih memilih informasi yang memberikan manfaat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan serta menciptakan suasana yang kondusif di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Haerudin menjelaskan, berita bohong sering kali sengaja dibuat oleh pihak tertentu untuk memecah belah masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu memperkuat literasi digital dan membangun kesadaran untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kalau benteng iman, pengetahuan, dan pengalaman seseorang sudah kuat, maka informasi yang berpotensi memecah belah tidak akan mudah masuk dan memengaruhinya,” ujarnya.
Ia berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi titik balik bagi masyarakat untuk melakukan perubahan-perubahan positif, termasuk dalam penggunaan media sosial. Dengan demikian, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi, dan menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....