Dalem Pojok, Kampung Masa Kecil Sukarno Dikenalkan

  • 07 Jun 2025 17:46 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Persada Sukarno memperkenalkan kembali Dalem Pojok di Kediri sebagai kampung masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno.

Saat diwawancarai RRI Surabaya dalam program acara dialog interaktif Sabtu (7/6/2025), Kusuma Harnata yang akrab disapa Pak Kus, Ketua Harian Persada Sukarno, menegaskan pentingnya Dalem Pojok sebagai bagian dari sejarah pembentukan karakter nasionalis dan kebangsaan seorang Sukarno.

Dalem Pojok, yang terletak di Dusun Krapyak, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, merupakan rumah yang pernah ditempati Bung Karno semasa kecil saat diasuh oleh ayah angkatnya, Raden Mas Soemosewojo. Soemosewojo adalah putra dari Raden Mas Panji Soemohatmodjo, seorang mantan prajurit Pangeran Diponegoro yang membangun rumah ini pada pertengahan abad ke-19.

"Tidak banyak yang tahu dalem pojok adalah salah satu desa dimana masa kecil Sukarno banyak mendapatkan pengaruh positif utamanya dalam hal pendidikan karakter yang menbawa namanya besar sebagai salah satu pemimpin Indonesia yang bisa diteladani hingga kini," ujarnya.

Salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter Sukarno adalah kemahirannya dalam berpidato. Kemampuan ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari pembelajaran dan latihan sejak usia dini.

Di bawah bimbingan ayah angkatnya, Raden Mas Soemosewojo, yang akrab disapa Pak Umo, Sukarno kecil belajar seni berbicara di depan umum. Latihan pidato ini sering dilakukan di bawah pohon beringin yang rindang dan di dalam gua yang terletak di sekitar Dalem Pojok. Tempat-tempat tersebut menjadi saksi bisu awal mula Sukarno mengasah kemampuannya dalam orasi, yang kelak menjadi salah satu kekuatan utamanya dalam memimpin bangsa.

Menurut Pak Kus, kisah masa kecil Sukarno di Dalem Pojok adalah contoh konkret bahwa pendidikan karakter bisa dimulai dari rumah. Ia mengajak para orang tua untuk tidak hanya fokus pada pencapaian akademik anak-anak mereka, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan dan nasionalisme sejak dini. Ia menekankan bahwa sejarah tidak hanya layak dikenang, tetapi juga diambil hikmahnya untuk diterapkan dalam kehidupan sekarang.

"Dari Sukarno kecil, kita belajar bahwa karakter nasionalis tidak dibentuk secara instan. Ia lahir dari pola asuh, lingkungan, dan pendidikan yang penuh nilai. Inilah yang perlu dicontoh oleh generasi sekarang,” katanya.

Setelah masa tinggal di Kediri, Sukarno melanjutkan pendidikannya ke ELS (Europeesche Lagere School) di Mojokerto, lalu HBS (Hoogere Burger School) di Surabaya, sebelum terjun dalam dunia pergerakan nasional yang mengantarkannya menjadi tokoh utama kemerdekaan Indonesia.

Melalui pengenalan kembali Dalem Pojok sebagai situs sejarah pendidikan karakter, Persada Sukarno berharap generasi muda tidak hanya mengenal sosok Sukarno sebagai pemimpin besar, tetapi juga sebagai anak bangsa yang tumbuh dari nilai-nilai luhur budaya dan nasionalisme.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....