Revitalisasi Makam Kesultanan Kadariah Pontianak Telah Rampung

  • 17 Apr 2025 15:02 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Revitalisasi Cagar Budaya Makam Kesultanan Kadariah Pontianak telah rampung dikerjakan. Revitalisasi yang dilakukan ini menyempurnakan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata religi.

Sebagai tanda selesainya revitalisasi, Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Barat secara resmi melakukan serah terima kepada Pemerintah Kota Pontianak di halaman komplek pemakaman kesultanan Kadariah Pontianak Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (17/4/2025).

Pada serah terima ini disaksikan juga oleh Anggota Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie, perwakilan dari Kesultanan Kadariah Pontianak, beberapa kepala OPD dan warga setempat.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Barat, Mohammad Yoza Habibi mengungkapkan, untuk pengerjaan revitalisasi cagar budaya makam Kesultanan Kadariah Pontianak mulai dilakukan penataan sejak 2023 lalu dan dirampungkan pengerjaan revitalisasi pada awal 2025. Dalam pengerjaan proyek itu, menelan anggaran lebih dari Rp 20 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikucurkan melalui balai cipta karya kementerian PUPR.

Kami melakukan survei di tahun 2023, kemudian melakukan penataan kawasan dan selesai pada tahun 2023 anggarannya sekitar Rp21 miliar yang disetujui. Kemudian awal 2024 kami melakukan pelelangan, penandatanganan kontrak pada bulan Juni dan Alhamdulillah selesai pada bulan Februari 2025 kemarin," ucapnya.

Ia menerangkan, bahwa revitalisasi cagar budaya makam Kesultanan Kadariah Pontianak Batu Layang ini atas usulan dari Pemerintah Kota Pontianak melalui aspirasi DPR RI hingga akhirnya sampai dan direalisasikan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

Ia mengakui, dalam pelaksanaan revitalisasi ini, menghadapi beberapa tantangan karena berada di lingkungan permukiman dan pusat ekonomi masyarakat kecil. Namun, hal itu dapat diselesaikan secara lancar.

"Ada sedikit dinamika di masyarakat. Namun, Alhamdulillah melalui sosialisasi dan pendekatan-pendekatan, masyarakat bisa memahami bahwa proyek ini demi kenyamanan bersama,” katanya.

Salah satu fasilitas yang dibangun adalah dermaga apung dengan kapasitas tonase sekitar 1 ton yang dapat menampung kapal-kapal perintis dengan kapasitas sekitar 200 penumpang. Pada revitalisasi makam Kesultanan Kadariah Pontianak ini dilengkapi dengan fasilitas promenade atau waterfron yang bisa dikunjungi masyarakat sembari menikmati panorama indah sungai Kapuas terutama sunset pada sore hari.

Kemudian, di sisi tepi Sungai Kapuas juga ada batu layang yang saat ini sudah tersedia jalan menuju ke sana. Di Kawasan ini juga telah tersedia puluhan pelaku usaha kuliner yang dapat dikunjungi.

Yoza berpesan agar dermaga apung tidak melebihi kapasitas tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dampak yang diharapkan dari revitalisasi ini terutama pada peningkatan perekonomian masyarakat dan pariwisata.

"Masyarakat bisa menambah penghasilannya, tempat lebih baru, dan orang dari luar lebih nyaman untuk berkunjung. Bahkan di sore hari, bukan hanya peziarah yang datang, tapi tempat ini menjadi tujuan masyarakat bersantai terutama di tepian sungai,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....