Gempa Tarutung Satu Tewas, Sekolah Rusak dan Jalan Longsor
- 18 Mar 2025 15:57 WIB
- Medan
KBRN, Tapanuli Utara: Peristiwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Selasa (18/3/2025) pagi. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas terdampak. Mulai dari sekolah (SD, SMP, dan SMKN), rumah ibadah, kantor desa dan tiang listrik mengalami kerusakan.
Gempa melanda 4 Kecamatan, yakni Pahae Julu, Pahae Jae, Purbatua, dan Simangumban. Gempa juga mengakibatkan satu orang warga Kecamatan Pahae Julu bernama Kartini Manalu (70) meninggal dunia dan Hulman Hutabarat (69) luka-luka akibat rumah mereka tertimbun tanah longsor.
Staf bidang Pencegahan dan kesiapsiagaan BPBD Taput, Septian Yudiansyah Nasution, gempa juga mengakibatkan longsor di Jalan Nasional Tarutung-Sipirok. Tepatnya di Desa Hutabarat Kecamatan Pahae Julu, sehingga jalan belum bisa dilalui.
“Di Kecamatan Pahae Julu tercatat satu unit SD 177923 mengalami rusak sedang, satu unit SMAN 1 Pahae Julu mengalami kerusakan seperti tembok retak, papan tulis jatuh dan rusak, plafon ada yang jatuh,” kata Septian.
Kemudian satu unit SMKN 1 Pahae Julu mengalami kerusakan tembok retak sedikit, plafon dan ruangan baru ambruk. Selain itu gempa menyebabkan longsor yang menimpa rumah warga. Kemudian di Kecamatan Pahae Jae, gempa bumi menyebabkan 1 unit SD 173238 Pangaloan mengalami rusak sedang. Lalu, 1 unit kantor Kepala Desa Pardomuan mengalami kondisi rusak berat.
"Kemudian di Kecamatan Adiankoting, 1 unit ruangan kelas SD 173256 Lobupining Kecamatan Adiankoting ambruk dan tidak bisa digunakan, kondisi gedung lainnya rusak berat," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Septian, saat ini BPBD bersama Dinas PUPR, TNI/Polri telah menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor di sejumlah titik, baik jalan nasional maupun rumah warga yang terdampak. Selain itu, pihak PLN juga melakukan perbaikan tiang listrik yang tumbang di beberapa lokasi.
"BPBD Kabupaten Tapanuli Utara masih berkoordinasi dengan Pemerintah Desa/Kelurahan yang terdampak bencana gempa bumi. Alat berat dari dinas PUPR Taput telah berada di lokasi kejadian dan melakukan pembersihan material longsoran," ujar Septian.
Sebelumnya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa yang mengguncang wilayah Tarutung, merupakan gempa kembar yang terjadi dalam waktu dan lokasi pusat gempa yang relatif berdekatan.
Menurut Daryono parameter gempa 1 terjadi pada pukul 05:22:38 WIB dengan magnitudo 5,5. Sedangkan parameter gempa 2 terjadi pada pukul 05:23:34 WIB dengan magnitudo 5,6 serta kedalaman 10 km.
"Sedangkan parameter gempa 2 terjadi pada pukul 05:23:34 WIB dengan magnitudo 5,6 serta kedalaman 10 km. Koordinat episenter yakni 1.90 LU 99.02 BT dan mekanisme sumber yakni sesar geser (Strike-Slip)," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....