Latihan Terjun Kopasgat di Medan Tingkatkan Kesiapan Operasional
- 06 Feb 2025 15:55 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Latihan terjun penyegaran statik dan free fall yang dilaksanakan personel dari Mawingko III, Yonko 462, Yonko 469, serta Denhanud 475 Kopasgat berlangsung di Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Medan, pada Kamis (4/2/2025) pukul 07.00 WIB.
Latihan ini dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Komando (Yonko) 469 Kopasgat, Mayor Pas Jhon Herriansyah Siregar. Ia menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan terjun statik dan free fall anggota Wing Komando III Kopasgat serta jajaran dalam rangka meningkatkan kesiapan operasional seluruh personel menghadapi tugas-tugas mendatang.
“Latihan ini bertujuan melatih dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan terjun statik dan free fall anggota Wing Komando III Kopasgat serta jajaran guna terwujudnya kesiapan operasional seluruh anggota dalam menghadapi tugas-tugas yang akan datang,” ujarnya kepada RRI.
Sebanyak 225 personel terlibat dalam latihan ini, terdiri dari 193 penerjun statik dan 32 penerjun free fall. Mayor Jhon menjelaskan perbedaan antara terjun statik dan free fall terletak pada jenis payung dan ketinggian penerjunan.
“Penerjunan statik menggunakan payung berbentuk bulat dengan ketinggian sekitar 1.000 feet AGL, sementara free fall dilakukan dari ketinggian 10.000 feet AGL dengan payung berbentuk square yang lebih mudah dikendalikan. Payung statik sebenarnya juga bisa dikendalikan, namun dengan keterbatasan di ketinggian 1.000 feet,” jelasnya.
Dalam pantauan RRI, latihan ini berjalan lancar, dari proses penerjunan hingga pendaratan. Masyarakat, khususnya kalangan pelajar, turut menyaksikan jalannya latihan dengan antusias.
Mayor Jhon juga menambahkan bahwa latihan ini memiliki nilai lebih dalam menumbuhkan kebanggaan terhadap TNI Angkatan Udara, terutama karena penerjunan ini hanya dilakukan sekali dalam setahun di Medan. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Dinas Potensi Dirgantara (Potdirga) Lanud untuk menarik minat generasi muda terhadap dunia kedirgantaraan.
“Kami ingin mengenalkan dunia dirgantara kepada anak-anak SD, SMP, masyarakat sekitar, maupun masyarakat Sumatera Utara. Salah satunya melalui penerjunan free fall dan statik yang kita laksanakan hari ini,” ungkapnya.

Deby Theresia Ginting (tengah) dan beberapa siswa SMA Ignasius Medan menyaksikan Latihan terjun penyegaran statik dan free fall Kopasgat (Foto: RRI/Mario Pascal)
Sejumlah pelajar yang hadir turut menyampaikan kesan mereka saat menyaksikan latihan ini. Deby Theresia Ginting, siswa SMA Ignasius Medan, mengaku sangat terinspirasi.
“Perasaan saya sangat seru karena cita-cita saya ingin menjadi bagian dari Akademi Kepolisian atau TNI. Melihat latihan ini menjadi motivasi saya untuk mengabdi kepada negara,” ujarnya.

Nadine Pretty Graisya Sembiring (kiri), Aprilia Tyra Gita Tarigan (tengah) dan Leo (kanan) selaku siswa dan guru dari SMP Swasta Santa Maria Medan (Foto: RRI/Mario Pascal)
Sementara itu, Nadine Pretty Graisya Sembiring dari SMP Swasta Santa Maria Medan mengungkapkan rasa senangnya sekaligus rasa cemas karena ayahnya ikut dalam penerjunan.
“Saya senang, tapi juga deg-degan karena ayah saya ikut terjun. Takut ada kendala di pesawat atau saat mendarat, tapi untungnya semua berjalan dengan selamat,” katanya.
Hal senada disampaikan Aprilia Tyra Gita Tarigan yang mengaku gugup melihat penerjun dari ketinggian.
“Ini pertama kali saya melihat orang bisa terbang begitu tinggi dan jatuh ke tanah dengan selamat. Saya merasa bangga karena ternyata Indonesia mampu menciptakan hal besar seperti ini,” ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....