Mengenal Atribut Pakaian Adat Lampung

  • 31 Jan 2025 18:54 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandar Lampung: Salah satu kekayaan identitas masyarakat Lampung adalah pakaian adat dan atribut pelengkapnya, yang membuat penampilan semakin sempurna.

Andriansyah, S.Sos., M.Pd. (Penggiat Budaya Ditjen Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI) dan Suntan Purnama (anggota Majelis Punyimbang Adat Lampung Provinsi Lampung) menjelaskan beberapa atribut pelengkap pakaian adat Lampung dalam acara RRI Net pada Senin (20/1/2024), di Studio 2 RRI Bandar Lampung. Berikut beberapa atribut pakaian adat Lampung:

1. Siger

Siger adalah mahkota adat perempuan Lampung yang terbuat dari logam berwarna kuning keemasan. Bentuknya memiliki gerigi lancip dengan lekukan di bagian atas. Siger melambangkan keagungan, kehormatan, serta kebesaran adat.

Pada siger suku Pepadun, terdapat sembilan lekukan yang melambangkan sembilan marga asal Lampung yang bersatu. Sementara itu, siger suku Saibatin atau Pesisir memiliki tujuh lekukan, yang melambangkan tujuh adok (gelar) dalam masyarakat Saibatin.

2. Kopiah Emas

Atribut ini dikenakan oleh laki-laki sebagai hiasan kepala, mirip dengan siger pada perempuan. Kopiah emas terbuat dari kuningan dan dihiasi ornamen bunga. Bentuknya menyerupai kopiah bulat dengan ujung runcing pada bagian atasnya.

3. Ikat Pujuk atau Kikat Akinan

Ikat pujuk adalah ikat kepala dari kain yang digunakan oleh laki-laki. Bentuknya runcing di ujung, sehingga disebut pujuk atau pojok. Biasanya, ikat pujuk dikenakan oleh pria yang dituakan atau yang sudah berusia lanjut.

Sementara itu, para bujang menggunakan pandan atau peci yang diikat dengan hiasan menyerupai duri dengan bentuk daun pandan.

4. Bellatung

Bellatung adalah sanggul berbentuk malang. Dahulu, banyak perempuan berambut panjang yang akan melilitkan rambutnya hingga menyerupai angka delapan atau disebut dengan memalang.

5. Gharu

Gharu adalah hiasan sanggul berbentuk siger kecil dengan bagian bawahnya berupa sisir sebagai tusukan untuk sanggul rambut. Kini, bagian bawah gharu juga bisa tanpa sisir dan dikenakan seperti tusuk konde. Aksesoris ini melambangkan kecantikan serta keanggunan perempuan.

6. Kembang Melati atau Kembang Melur

Hiasan sanggul ini berupa rangkaian kembang melati yang dililitkan di atas sanggul perempuan untuk menambah kecantikan dan keindahan.

7. Bebe

Bebe adalah aksesoris berbentuk seperti daun bunga teratai berwarna putih. Aksesoris ini dikenakan oleh perempuan sebagai penutup dada dan bahu.

8. Gelang Bibit

Gelang ini bisa dikenakan oleh laki-laki maupun perempuan. Bentuknya berupa lingkaran tipis dan pipih, terbuat dari logam berwarna kuning keemasan. Gelang bibit disebut demikian karena posisinya berada paling awal dari pergelangan tangan.

9. Gelang Ruwi

Gelang ini dikenakan bersama gelang bibit, gelang kano, dan gelang burung. Gelang ruwi terbuat dari logam dan memiliki bentuk gerigi seperti kulit buah durian dengan warna kuning keemasan. Gelang ini melambangkan keberanian dan memiliki fungsi sebagai penangkis.

10. Gelang Kano

Gelang ini dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu dan bisa dikenakan oleh laki-laki maupun perempuan. Gelang kano melambangkan kejayaan, kegagahan, dan kekayaan. Bentuknya menyerupai ban dengan bagian tengah yang sedikit menonjol.

11. Gelang Burung

Gelang ini dikenakan di lengan dan berbentuk pipih dengan hiasan burung garuda bersayap seolah sedang terbang. Terbuat dari logam berwarna kuning keemasan, gelang burung melambangkan kendaraan atau dunia atas bagi pengantin dalam mengarungi kehidupan panjang.

12. Pending

Pending adalah ikat pinggang dengan ukiran burung merak yang melambangkan kekuasaan, kewibawaan, serta keagungan. Ikat pinggang ini bisa digunakan oleh laki-laki maupun perempuan.

13. Bulu Serette

Aksesoris ini berupa ikat pinggang khusus laki-laki yang berfungsi sebagai pengikat pakaian adat agar tetap rapi. Terbuat dari kain beludru dengan hiasan bundaran emas berjumlah 7 hingga 9 buah. Selain sebagai pengaman, bulu serette juga melambangkan status sosial pemakainya.

14. Buah Jukun

Kalung rantai berbentuk bulat bergerigi ini merupakan aksesoris khas Lampung. Terbuat dari logam berwarna kuning keemasan, buah jukun melambangkan harapan agar pengantin segera mendapatkan keturunan.

15. Kalung Papan Jajar

Disebut juga kalung bulan temanggal, kalung ini terdiri dari tiga susun logam berwarna keemasan. Kalung papan jajar melambangkan pertahanan diri dan kehidupan baru yang dialami pengantin serta diwariskan secara turun-temurun.

16. Selapai

Selapai adalah selendang yang dikenakan dengan cara diselempangkan dari bahu. Kain selapai terdiri dari kain Jung Sarat, kain Cindai, kain putih atau merah, kain Sebagi, serta kain berwarna hitam dan kuning. Selendang ini melambangkan status sosial pemakainya.

17. Seraja Bulan

Seraja bulan adalah mahkota kecil dengan tiga ruji yang dikenakan di atas siger. Mahkota ini melambangkan lima kerajaan Lampung, yaitu Kerajaan Ratu Darah Putih, Kerajaan Ratu di Belalau, Kerajaan Ratu di Punggung, Kerajaan Ratu di Puncak, dan Kerajaan Ratu di Pemanggilan.

18. Subang

Subang adalah anting yang dikenakan oleh perempuan Lampung. Bentuknya menyerupai buah kenari dan biasanya terbuat dari emas atau logam berwarna kuning keemasan.

Itulah penjelasan tentang pakaian adat Lampung dari dua suku asli, yaitu suku Pepadun dan suku Saibatin atau Pesisir. Kedua suku ini memiliki budaya dan ciri khas pakaian adat yang berbeda, yang harus tetap dilestarikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....