Aturan Batas Usia Akses Media Sosial Tuai Respon Positif
- 15 Jan 2025 17:32 WIB
- Medan
KBRN, Serdang Bedagai: Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengatakan pemerintah akan segera mengeluarkan aturan sementara. Terutama mengenai batas usia untuk mengakses media sosial. Kebijakan ini bertujuan melindungi anak-anak dari dampak negatif di ranah digital.
Inisiator Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI), Prof Ridha Dharmajaya mengatakan, anak-anak yang terpapar media sosial sejak usia dini akan sulit fokus. Hal ini tentu berdampak buruk untuk kehidupan sosial maupun pendidikan anak.
“Anak-anak bahkan umur 3 tahun itu mulai diberikan handphone oleh ibunya supaya diam. Itu miris sebenarnya karena anak terpapar media sosial di usia yang sangat muda. Ini mengakibatkan mereka tidak bersosialisasi dan bertumbuh dengan baik," kata Prof Ridha dalam dialog kepada RRI, Rabu (15/1/2025).
Kemudian di usia sekolah, banyak dari mereka tidak bisa mengalihkan perhatiannya ke yang lain. Pada saat harus belajar mereka tetap fokus dengan media sosialnya. "Akhirnya, dari orang tua yang memberikan handphone supaya anaknya diam, akhirnya diam selamanya,” ucap Ridha.
Ridha mengatakan, kebijakan kementerian tersebut upaya untuk mengarahkan anak menggunakan smartphone secara bijak.
“Paling tidak dengan adanya hal ini menjadi sebuah upaya dan memang harus dilakukan oleh pemerintah. Kita tidak anti dengan media sosia,l tapi kita harus mengarahkannya ke arah yang benar. Banyak negara memiliki aturan dimana seorang anak boleh menggunakan smartphone,” ujarnya.
Sementara, seorang guru di Kecamatan Sei Rampah, Muhammad Syahri mengatakan, aturan ini penting untuk melindungi anak-anak. Seperti menghindarkan mereka dari konten tidak pantas yang banyak tersebar di media sosial.
“Ini sangat bagus karena untuk membatasi yang anak lihat di media sosial sekarang sangat begitu vulgar. Tetapi juga seharusnya pemerintah memberikan blokir akun-akun yang membuat konten terlalu vulgar," ujar Syahri.
Syahri berharap, kebijakan ini dapat diterapkan secara serius demi meningkatkan fokus dan kualitas pendidikan anak Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....