Program Hidroponik Rutan Palu Tumbuhkan Kemandirian Warga Binaan

  • 04 Des 2024 13:06 WIB
  •  Ampana

KBRN, Palu : Program Bimbingan Kerja (Bimker) Hidroponik yang dijalankan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu oleh warga binaan menunjukkan progres yang baik usai dua minggu dikembangbiakkan dan di lakukan perawatxan, Rabu (4/12/24).

Ditinjau langsung dilokasinya tanaman hidroponik tersebut terlihat mulai menumbuhkan kecambah dengan warna hijau yang segar.

Paulus Rangan, Staf Bimker Rutan Palu menjelaskan pengolahan tamanan hidroponik membutuhkan waktu sekiranya 40 hari untuk di bisa di panen dan harus rutin di kontrol pemakaian vitamin dan penyiramannya.

"Bersyukur hari ini hidroponik yang kelola warga binaan mulai tumbuh kecambah, kita butuh 40 hari baru tanaman ini bisa kita ambil hasilnya. Kami pun rutin mengarahkan warga binaan untuk menyiram tanaman 2 hari sekali dan memberikan vitaminnya," ungkap Paulus.

Jenis sayuran yang ditanam pada hidroponik ini adalah Selada yang nantinya akan dinikmati langsung oleh warga binaan dan dipasarkan ke pihak luar.

Program hidroponik ini menjadi pun wadah baru warga binaan untuk mengembangkan diri dan belajar ilmu kewiraushaan lewat sektor pertanian ramah lingkungan.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah, Hermansyah Siregar, memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Program Bimbingan Kerja (Bimker) Hidroponik yang dijalankan di Rutan Kelas IIA Palu. Menurut Hermansyah, program ini bukan hanya sebagai upaya untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas hidup mereka melalui kegiatan yang produktif dan berkelanjutan.

"Hidroponik adalah langkah inovatif dalam mengembangkan potensi warga binaan, yang tidak hanya bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan pangan mereka, tetapi juga membuka peluang baru dalam sektor kewirausahaan berbasis pertanian. Kami berharap, program seperti ini dapat terus dikembangkan di seluruh Rutan di Sulawesi Tengah untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi warga binaan,"ujar Hermansyah.

Hermansyah juga menekankan pentingnya pelibatan warga binaan dalam program-program yang bersifat edukatif dan produktif, sebagai bagian dari proses rehabilitasi dan reintegrasi mereka ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman. Program hidroponik ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam mendukung kemandirian warga binaan dan menciptakan perubahan positif dalam sistem pemasyarakatan di Sulawesi Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....