Warga Binaan Lapas Luwuk Panen Sawi Hidroponik Hasil Pembinaan Kemandirian

  • 25 Jul 2026 21:43 WIB
  •  Ampana

RRI.CO.ID, Banggai - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali berhasil memanen sawi hasil budidaya hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Sabtu 25 Juli 2026. Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi program pembinaan kemandirian yang membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian modern.

Dalam program tersebut, warga binaan terlibat secara langsung pada seluruh tahapan budidaya, mulai dari penyemaian benih, pencampuran nutrisi, pemindahan bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen. Selain menjadi media pembelajaran, hasil panen juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Lapas.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Feldianto, mengatakan keberhasilan panen sawi mencerminkan efektivitas pembinaan yang diberikan kepada warga binaan melalui kegiatan produktif.

"Keberhasilan panen sawi ini menunjukkan bahwa warga binaan mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Melalui budidaya hidroponik, mereka tidak hanya memperoleh keterampilan di bidang pertanian modern, tetapi juga membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat bekerja. Bekal ini diharapkan dapat menjadi modal bagi mereka untuk hidup mandiri setelah kembali ke masyarakat," ujar Feldianto.

Salah seorang warga binaan berinisial M mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, keterampilan bercocok tanam dengan sistem hidroponik menjadi pengalaman baru yang bermanfaat sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidana.

"Saya merasa senang karena bisa belajar cara bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Awalnya saya tidak memahami tekniknya, tetapi berkat bimbingan petugas akhirnya kami bisa menghasilkan panen yang baik. Ilmu ini sangat bermanfaat dan ingin saya kembangkan ketika sudah bebas nanti," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Luwuk, Heru Cahyoni, menjelaskan bahwa keberhasilan panen tidak terlepas dari pendampingan intensif yang diberikan kepada warga binaan sejak tahap penyemaian hingga panen.

"Pembinaan ini menitikberatkan pada praktik langsung sehingga warga binaan memahami setiap tahapan budidaya hidroponik. Kami terus memberikan pendampingan mulai dari penyemaian hingga panen agar mereka memiliki keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan. Keberhasilan panen sawi menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan," jelas Heru.

Melalui program budidaya hidroponik modern, Lapas Kelas IIB Luwuk terus memperkuat pembinaan kemandirian sebagai bagian dari pelaksanaan sistem pemasyarakatan. Program tersebut diharapkan mampu mencetak warga binaan yang memiliki keterampilan, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat serta memberikan kontribusi positif setelah menyelesaikan masa pidana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....