Banjir Rendam Kabupaten Melawi, Puluhan Rumah Terdampak

  • 22 Nov 2024 01:55 WIB
  •  Sintang

KBRN, Melawi: Banjir merendam Desa Nanga Tikan Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi Kalimantan Barat dengan kedalaman air sekitar dua meter, belasan rumah terdampak, sejumlah warga harus mengungsi dan ternak warga ada yang hanyut.

Dihubungi RRI, Warga Desa Nanga Tikan Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi, Yulius Lumbung mengatakan banjir mulai terjadi pada Rabu, 20 November 2024, saat ini ia sedang mengamankan barang-barang berharga dan hewan ternak ke tempat yang lebih aman mengingat ketinggian air masih bertambah.

“Iya kami warga disini selalu waspada banjir, terutama kabel listrik yang sudah terendam banjir, kami berharap pemerintah Kabupaten Melawi meninjau kondisi banjir di Desa kami dan dapat memberikan bantuan,”kata Yulius Lumbung, Kamis (21/11/2024).

Sementara itu Tokoh Adat Kecamatan Belimbing Johni Anceh mengatakan dampak banjir aktivitas warga mencari nafkah terhambat, mayoritas warga Desa ini dengan mata pencarian sebagai petani, bahkan padi yang tersimpan di rumah juga ada yang tidak bisa diselamatkan.

“Kondisi banjir ini sangat menyulitkan warga terdampak, hanya bisa berdiam diri di rumah bagi rumah yang masih bisa ditempati, berharap pemerintah daerah kabupaten Melawi segera memberikan bantuan,” Kata Johni Anceh.

Hal ini dibenarkan Kepala Desa Nanga Tikan Kecamatan Belimbing Hulu Kabupaten Melawi, Keleb. Dikatakan Keleb dua puluh Kepala keluarga terdampak, dan lima puluh kepala keluarga kediamannya akses menuju keluar dan Desa terdekat terkepung banjir.

“Saat ini cuaca mendung dan debit air semakin tinggi, untuk itu saya menghimbau kepada warga terdampak banjir agar lebih waspada, utamakan keselamatan, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika debit air terus bertambah,” Ujar Keleb.

Banjir yang melanda Desa Nanga Tikan ini juga membawa kekhawatiran terkait kesehatan warga. Genangan air yang bertahan lama berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya penyakit seperti demam berdarah dan infeksi kulit. Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya memberikan bantuan logistik, tetapi juga menyiapkan tim medis untuk memantau dan menangani dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat banjir. (Tin)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....