Gen Z Ikutan Kajian Bersama Muslim Night

  • 11 Nov 2024 08:45 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Kubu Raya: Muslim Night Hijrah adalah kajian sharing anak muda yang dikemas dengan seru dan kekinian, yang di dalamnya membahas ayat-ayat Qur’an yang relate dengan permasalahan anak muda zaman sekarang serta men-tadabbburi ayat-ayat Al-Qur’an dengan mengambil contoh-contoh permasalahan dari setiap peserta. Muslim Night Hijrah diadakan oleh salah satu komunitas yaitu Hijrah Ektrem.

Kajian ini juga mengutamakan sholat Isya berjema’ah di masjid sebelum kajian dimulai. Di mana dalam kajian ini peserta tidak hanya sekadar mendengarkan isi kajian tersebut melainkan ada sesi sharing, sesi tanya jawab dan menariknya ada muhasabah (intopeksi diri). Sehingga menjadikan kajian Muslim Night Hijrah cocok sekali untuk mereka yang ingin memulai langkah hijrah.

Sebanyak kurang lebih 500 peserta yang menghadiri kajian rutin yang diadakan salah satu komunitas yaitu Hijrah Extrim. Kajian ini dilaksanakan pada malam hari tepatnya di Masjid Ismuhu Yahya yang terletak di Komplek Green City Qur’an, Jl. Parit Nomor Dua, Desa Parit Baru, Kubu Raya. Kajian ini terbuka untuk umum, tidak hanya anak muda saja bahkan ada juga di hadiri ibu-ibu dan anak-anak.

Ada banyak cara Hijrah Ektrem mengajak para pemuda untuk mengikuti kajian rutin ini seperti mengajak secara langsung, personal chat, dan tidak hanya itu yang dapat dilakukan bahkan kajian ini membagikan pamflet lewat media sosial seperti intragram, tiktok dan lain sebagainya.

Ustad Adi Pratama dalam Kegiatan Kajian Muslim Night bersama Generasi Z di Kemas dengan Menarik Sharing Bersama Generasi Z (Foto Haya Syakira Mahasiswa KPI IAIN Pontianak)

Kajian ini bertema "Saat Kau Merasa Hampa" yang diisi oleh Abie Een dan Bunda Mira. Dalam kajian ini Abie Een menceritakan sebuah cerita tentang seseorang yang sedang ditimpa masalah yang besar terkait keuangan dan rumah tangga, sehingga dia berputus asa dan memutuskan untuk bunuh diri. Pelaku ini melakukan percobaan bunuh diri berkali-kali. Namun, di setiap percobaan tersebut Allah masih ketuk hatinya untuk tetap shalat, mengaji dan bersedekah. Dan Allah menujukkan pertolongannya dengan menggagalkan rencana-rencananya itu dan Allah selesaikan masalahnya dengan jalan yang dia tidak sangka-sangka, sehingga niat dia untuk membunuh diri dan menceraikan istrinya dia urungkan.

Dari kajian ini yang di dapat pelajarannya yaitu sebesar apapun masalahnya jangan sampai berputus asa atas rahmatnya Allah karena ketika yakin dengan pertolongan Allah maka Allah akan menolong hamba-Nya dengan cara yang tidak disangka-sangka.

Aribahjiah merupakan salah satu peserta yang mengikuti kajian tersebut. Aribahjiah merasa bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah untuk berkumpul di majelis ilmu, dia merasakan ada ketenangan hati, ketenangan pikiran yang dia dapatkan. Harapan Aribahjian setelah mengikuti kajian ini, dia mengatakan, “Kajian ini penting bagi generasi sekarang, karena seperti yang kita ketahui banyak anak muda yang kehilangan arah bahkan tidak sedikit anak muda sampai bunuh diri, ini dikarenakan banyak faktor seperti faktor lingkungan, di mana anak muda zaman sekarang banyak yang tidak mengenal Tuhannya. Jadi, penting sekali anak muda zaman sekarang itu untuk mempunyai lingkungan yang baik, mempunyai teman-teman yang bisa mengingatkan kepada kebaikan, dan salah satu cara yaitu dengan mengikuti majelis ilmu seperti mengikuti kajian semalam”.

Penulis: Haya Syakira Mahasiswa KPI IAIN Pontianak

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....