Tradisi Manjau Maju yang Harus Dilestarikan

  • 07 Nov 2024 08:46 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Lampung: Tradisi Manjau Maju dari masyarakat Lampung adalah salah satu bentuk adat istiadat dalam memperkenalkan pengantin kepada keluarga dan masyarakat luas, terutama di Desa Tanjung Kerta, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran. Dalam tradisi ini, setelah pengantin pria membawa istrinya pulang, malamnya diadakan acara Manjau Maju sebagai simbol perkenalan istri kepada keluarga besar, tetangga, dan tokoh adat.

Acara ini biasanya mengundang tokoh adat kampung dan warga dari desa tetangga. Dalam pertemuan tersebut, para ibu memberikan nasihat pernikahan dan hiburan, sering disertai dengan pidato atau wawancan yang berisi petuah bagi pengantin. Keluarga yang menjadi tuan rumah juga menyajikan bubur tradisional yang disebut ngebubur, yang dulunya berupa kekuk hijau namun kini sering diganti dengan bubur kacang hijau.

Di Desa Tanjung Kerta, hidangan disiapkan oleh ibu-ibu desa, sementara di desa tetangga Bulok, hidangan dilayani oleh pemuda setempat. Acara ini bukan hanya untuk memperkenalkan menantu atau istri dari anak tuan rumah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempererat silaturahmi, bertemu saudara yang jarang dijumpai, dan melestarikan adat Lampung.

Menurut Ibu Asma Yulina, yang sudah tinggal di Pekon Tanjung Kerta selama 12 tahun, Manjau Maju dilakukan malam hari sebelum acara pangan atau pesta pada keesokan harinya. Beliau menambahkan bahwa tradisi ini sangat bermanfaat dalam menjaga kelestarian adat Lampung dan memperkuat ikatan sosial di antara masyarakat setempat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....