Hikmah Ujian Sakit dari Allah
- 30 Okt 2024 11:30 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Sehat tubuh menjadi dambaan setiap manusia sekaligus sebagai kondisi yang perlu disyukuri. Namun bukan berarti saat sedang sakit manusia tidak dapat bersyukur, karena sejatinya ada hikmah dari sakit yang diderita seseorang. Menurut Ustaz Hefzi Mudir, Pesantren Persis Bangil Pasuruan, sesungguhnya setiap ujian yang diberikan kepada umat Islam, tidak lain adalah untuk mendatangkan kebaikan termasuk saat sakit. Namun tentu saat menderita sakit bukan lantas membuat seseorang putus asa dan tidak bersemangat dalam menjalani hidup.
"Siapa sih yang ga pingin sehat pasti semua manusia menginginkannya api kalau toh diberikan sakit itu perlu kita syukuri karena ada hikmah dibaliknya, musibah sakit yang diberikan Allah keada umatnya adalah untuk menggugurkan dosa yang pernah dilakukannya akibat melanggar perintah Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada seorang Muslim pun yang ditimpa gangguan semacam tusukkan duri atau yang lebih berat daripadanya melainkan dengan ujian itu Allah menghapuskan perbuatan buruknya serta digugurkan dosa-dosanya. Sebagaimana pohon kayu menggugurkan daun-daunnya," (Hadits Riwayat Muttafaq Alaih)," ujarnya, saat memberikan tausiyah dalam Mutiara Pagi, Rabu (30/10/2024).
Lebih lanjut kata Ustad Hefzi, selain fokus pada pengobatan, seorang Muslim juga dianjurkan untuk dapat memaknai ujian sakit dari Allah dengan penuh keimanan. Dengan begitu, ujian sakit yang diberikan Allah dapat mendatangkan kebaikan. dalam surat Al-An'am ayat 18-18 yang berbunyi:
Artinya: “Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkan selain Dia, dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia maha kuasa atas segala sesuatu, dan Dialah yang berkuasa atas hamba-hamba Nya. Dan Dia maha bijaksana." (Al-An'am : 17-18).
"Sakit dan sehat merupakan takdir dari Allah SWT, apabila seorang Muslim mampu melewati ujian tersebut dengan kesabaran dan keikhlasan, Allah SWT akan mengganjarnya dengan pahala berlimpah, Allah juga menjanjikan untuk mempermudah urusannya di akhirat kelak tapi ada syaratnya, dia harus tetap sabar, ikhlas, dan berikhtiar untuk mencari kesembuhan," katanya.
Oleh karenanya dalam kondisi apapun seorang muslim tidak diperkenankan untuk berprasangka buruk kepada Allah, apalagi mempertanyakan mengapa Allah memberinya penyakit. "tetap berprasangka baik atas tadir Allah sekalipun saat ini sedang sakit insya Allah ada pahala dan kesembuhan yang diberikan dalam hidup kita," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....