Mafindo Tegaskan Narasi Vaksin BCG dan DPT Picu Campak pada Bayi adalah Hoaks

  • 04 Apr 2026 17:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho memastikan klaim vaksin BCG dan DPT menyebabkan campak merupakan informasi tidak benar dan menyesatkan
  • Konten di Facebook yang menyebarkan narasi tersebut telah dibagikan puluhan kali dan mendapat ratusan respons dari pengguna
  • Klarifikasi medis menyebut vaksin BCG dan DPT tidak mengandung virus campak serta berfungsi melindungi dari penyakit lain

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho mengungkap adanya narasi di Facebook yang menyebut vaksin BCG atau DPT dapat memicu campak pada bayi. Ia menegaskan klaim tersebut tidak benar dan telah diklarifikasi berdasarkan penjelasan tenaga medis terkait.

“Kalau disebut bahwa vaksin BCG dan vaksin DPT itu akan menimbulkan campak, itu adalah informasi yang tidak benar. Jadi, ini adalah informasi yang tidak benar,” ujarnya kepada RRI PRO3 dalam segmen Dialog Cek Fakta di Jakarta, Sabtu, 4 April 2026.

Konten yang diunggah itu berisi klaim bahwa seluruh anak yang divaksin BCG atau DPT akan terjangkit campak. Narasi tersebut juga menyatakan bayi tetap dapat terkena campak meskipun tidak melakukan kontak fisik dengan penderita.

Septiaji menyebutkan konten tersebut telah dibagikan sebanyak 77 kali dan memperoleh 140 tanda suka dari pengguna Facebook. Ia mengatakan, informasi itu sudah diklarifikasi oleh Dr. Andreas Wilson Setiawan melalui penjelasan yang dipublikasikan di media Tirto.id.

Dalam klarifikasinya, dijelaskan bahwa vaksin BCG digunakan untuk mencegah tuberkulosis karena mengandung bakteri hidup yang telah dilemahkan. Sementara itu, vaksin DPT diberikan untuk melindungi dari difteri, pertusis, dan tetanus serta tidak mengandung virus campak.

“Beliau di situs Tirto.id menjelaskan bahwa vaksin BCG digunakan untuk melemahkan atau mencegah tuberkulosis. Karena dia mengandung bakteri hidup yang telah dilemahkan, jadi, vaksin ini tidak mengandung virus, apalagi virus campak,” katanya.

Septiaji menegaskan klaim bahwa vaksin BCG dan DPT dapat menimbulkan campak merupakan informasi yang tidak benar dan menyesatkan. Ia menekankan fakta bahwa kedua vaksin tersebut tidak mengandung virus campak sehingga narasi yang beredar tidak sesuai kebenaran.

“Faktanya vaksin BCG mengandung bakteri yang dilemahkan, Vaksin DPT berisi komponen untuk melindungi dari difteri, pertusis dan tetanus. Keduanya tidak mengandung virus campak, jadi, narasi yang katanya vaksin BCG dan DPT memicu campak pada bayi adalah konten yang menyesatkan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....