Overpruduksi Tapi Harga Ubi Kayu Bula Tetap Mahal

  • 05 Feb 2026 14:23 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula-Produksi ubi kayu di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, dilaporkan cukup melimpah. Meski begitu, harganya masih mahal.

Plt Kepala Dinas Pertanian setempat, Sofyan Waraiya mengungkapkan overpruduksi ubi kayu terdapat di beberapa lokasi di wilayah transmigrasi Bula Barat. Hal ini dapat dijumpai pada musim tertentu alias waktu panen.

Biasanya lanjut Sofyan, permintaan di masyarakat justru meningkat bukan pada waktu panen, hal inilah yang membuat harga menjadi mahal. Selain itu, faktor harga juga dipengaruhi oleh mahalnya biaya pengangkutan dari lokasi pertanian ke pasar.

"Kami sampaikan bahwa terjadi over produksi di beberapa titik dan ternyata kenyataan di kota Bula itu justru ubi kayu mahal dan langka," beber Sofyan dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD, Selasa 3 Februari 2026.

Untuk mendorong pengelolaan ubi kayu di daerah ini agar mendatangkan nilai ekonomi lebih, menurut Sofyan perlu adanya intervensi dari Pemkab setempat. Melalui APBD Pemkab dapat mengalokasi anggaran untuk pengadaan peralatan pengolahan ubi kayu dalam bentuk pati basah yang keluarnya jadi tepung basah atau kering.

"Bisa jadi suami misalnya sehingga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan ruangnya terbuka untuk dipasarkan ke luar," ujarnya.

Pihaknya kini juga terus intens berkolaborasi dengan penyuluh. Meskipun sejak dua bulan lalu para penyuluh ini sudah ditarik ke kementerian. Namun kata Sofyan pihaknya tetap berkoordinasi untuk menentukan kalender tanam.

Hal itu supaya jadwal tanam harus ditentukan sesuai kebutuhan atau permintaan pasar yang ada di dalam kota Bula, sehingga dengan demikian tidak akan terjadi fluktuasi harga yang signifikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....