Pemkab SBT Dorong Koperasi & UMKM Berbasis Sagu

  • 12 Jan 2026 14:24 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Pemkab Seram Bagian Timur (SBT) Maluku, melalui Dinas Koperasi dan UKM bakal mendorong koperasi dan UMKM di daerah ini berbasis sagu. Hal itu terungkap dalam kegiatan diseminasi studi kelayakan hilirisasi sagu, Surya Hotel Bula, Senin (12/1/2026).

Kepala Dinas Koperasi dan UKM setempat, Lutfi Rumata dalam sambutannya menandaskan, pihaknya berkomitmen untuk mendorong penguatan kelembagaan koperasi dan UMKM berbasis sagu.

Disamping itu, juga memfasilitasi peningkatan kapasitas pelaku usaha, mengembangkan industri pengolahan sagu yang berdaya saing serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk olahan sagu di daerah ini.

"Tentunya, keberhasilan program hilirisasi sagu ini membutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, lembaga keuangan, serta masyarakat sebagai pelaku utama," ujarnya.

Lutfi lebih lanjut berharap melalui kegiatan diseminasi ini, hasil studi yang telah disusun dapat dipahami bersama, menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan serta menjadi dasar dalam merancang program dan kegiatan nyata yang dapat diimplementasikan secara bertahap dan berkelanjutan di kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa ini.

Sementara itu, Bupati Fachri Husni Alkatiri dalam sambutannya dibacakan Asisten II Setda Pemkab setempat, Abu Saleh Salampessy menyambut baik, sekaligus mengapresiasi pelaksanaan kegiatan diseminasi studi kelayakan hilirisasi sagu dimaksud.

Bupati Fachri menyatakan apresiasinya yang tinggi atas dilaksanakan kegiatan dimaksud. Kegiatan tersebut dinilainya sebagai bagian penting dalam upaya mendorong pengembangan komoditas sagu secara berkelanjutan dan bernilai tambah.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, sagu merupakan komoditas unggulan dan pangan lokal strategis di Kabupaten Seram Bagian Timur," tandasnya.

Lanjutnya, potensi lahan sagu yang luas, didukung oleh kearifan lokal masyarakat, merupakan modal besar dalam mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan ekonomi masyarakat, serta penguatan identitas daerah.

Namun demikian, Fachri menilai selama ini pengelolaan sagu masih didominasi pada tahap produksi primer, dengan nilai tambah yang relatif rendah.

Oleh karena itu, program hilirisasi sagu menjadi langkah strategis untuk mengubah pola pengelolaan tersebut, agar tidak hanya menghasilkan bahan baku, tetapi juga produk olahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, berdaya saing serta mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....