Bupati SBT Tegaskan Peran Strategis MUI Jaga Kerukunan
- 29 Des 2025 13:36 WIB
- Bula
KBRN, Bula: Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri menegaskan peran strategis Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di daerah.
Hal itu disampaikan Fachri saat menghadiri pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) MUI Kabupaten SBT masa khidmat 2025–2030 di Aula Kantor Kementerian Agama SBT, Senin (29/12/2025).
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur, saya menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus MUI Kabupaten SBT yang baru saja dikukuhkan. Amanah ini bukan amanah yang ringan, tetapi merupakan tugas mulia dalam membimbing umat dan menjaga ukhuwah Islamiyah,” kata Fachri dalam sambutannya.
Menurut Fachri, MUI memiliki posisi yang sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam menangkal berbagai paham yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu, pemerintah kabupaten SBT membuka ruang kerja sama dan sinergi yang konstruktif dengan MUI.
Ia juga menekankan pentingnya Rakerda sebagai momentum strategis untuk merumuskan program kerja yang terarah dan relevan dengan kebutuhan umat serta dinamika pembangunan daerah.
“Rakerda bukan sekadar agenda organisasi, tetapi wahana untuk menyusun program yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten SBT masa khidmat 2025–2030, Ustaz Alfian Pellu, mengatakan pengukuhan pengurus MUI bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada umat, pemerintah, dan Allah SWT.
“MUI hadir sebagai khadimul ummah dan shadiqul hukumah dalam menjaga kehidupan keagamaan yang rukun, damai, dan berkeadaban,” kata Alfian.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda Kabupaten SBT atas sinergi yang selama ini terjalin dalam menjaga stabilitas daerah dan kerukunan umat beragama. Melalui Rakerda, Alfian berharap seluruh pengurus dapat menyusun program kerja yang realistis dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Beberapa fokus program yang diharapkan antara lain penguatan dakwah moderat, pembinaan umat berbasis kearifan lokal, pencegahan paham yang bertentangan dengan nilai agama dan Pancasila, serta penguatan sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
“MUI Kabupaten SBT harus menjadi rumah besar umat, tempat berhimpunnya para ulama dan tokoh agama untuk memberikan bimbingan dan solusi atas persoalan keumatan dan kebangsaan,” tegasnya.
Dari tingkat provinsi, Dewan Pimpinan MUI Maluku melalui Munir Kairoti turut memberikan sambutan dan apresiasi atas dikukuhkannya pengurus MUI Kabupaten SBT.
“Atas nama MUI Provinsi Maluku, kami menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus MUI Kabupaten SBT. Amanah ini harus dijalankan dengan keikhlasan, tanggung jawab, dan komitmen untuk melayani umat,” ujarnya.
Munir menegaskan MUI dituntut untuk terus menghadirkan dakwah yang menyejukkan, menjaga persatuan umat, serta berkontribusi aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di Maluku.
Ia juga menilai Rakerda menjadi forum penting untuk merumuskan program kerja yang responsif terhadap tantangan zaman, termasuk penguatan moderasi beragama, pembinaan generasi muda, peningkatan kualitas dakwah, dan penguatan kerukunan antarumat beragama.
“Sinergi antara MUI dan Forkopimda yang sudah terbangun harus terus diperkuat demi menjaga kondusivitas daerah dan membangun masyarakat yang religius, damai, dan berkeadaban,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....