Bupati Fachri Apresiasi Konfercab III GMNI SBT, Ini Pesannya

  • 23 Nov 2025 19:40 WIB
  •  Bula

KBRN,Bula: Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Fachri Husni Alkatiri memberikan penghargaan tinggi kepada Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) SBT atas terselenggaranya Konferensi Cabang (Konfercab) ke-III, yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama SBT, Minggu (23/11/2025).

Menurut Bupati, Konfercab ke-III GMNI SBT ini tidak sekadar momentum pergantian struktur kepemimpinan, melainkan titik strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperkokoh soliditas internal, dan meneguhkan ajaran Marhaenisme serta nilai kebangsaan.

“Konferensi cabang ini adalah momentum strategis untuk memperkokoh konsolidasi organisasi dan membangun soliditas internal, memperkuat ideologi, meneguhkan ajaran Marhaenisme dan nilai-nilai kebangsaan serta membangun arah gerakan yang lebih progresif dan kerakyatan,” ujar Fachri.

Fachri menyatakan bahwa tema Konfercab III, yakni “Bersatu, Marhaen Menang di Bumi Ita Wotu Nusa”, sangat relevan dan wajib dijunjung tinggi oleh seluruh kader GMNI.

Ia menjelaskan bahwa kata “Bersatu” merujuk pada semangat gotong royong dan persatuan nasional yang diajarkan oleh Proklamator Bung Karno. Semangat tersebut, menurutnya, sangat cocok dengan filosofi lokal Ita Wotu Nusa, yang menggambarkan tekad kolektif warga SBT untuk membangun negeri agar lebih makmur dan sejahtera.

Sementara “Marhaen Menang” merupakan cita-cita luhur agar masyarakat kecil kaum Marhaen dapat menikmati kekayaan alam, baik laut maupun daratan, dan mencapai kesejahteraan.

Sedangkan “Bumi Ita Wotu Nusa” menegaskan bahwa perjuangan Marhaenisme harus berakar kuat di tanah SBT. Dalam konteks tersebut, Fachri menggarisbawahi potensi laut, hasil bumi, dan wisata di SBT harus dikelola demi kesejahteraan masyarakat lokal.

Bupati juga meminta GMNI SBT untuk menjadi mata dan telinga rakyat, terutama kaum Marhaen, serta merancang program strategis dan taktis yang benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat. “Jangan hanya menjadi penonton, jadilah pemain inti dalam kebijakan publik,” katanya.

Ia menekankan pentingnya peran aktivis GMNI dalam membawa solusi, bukan sekadar mencatat masalah, serta mendorong para intelektual mahasiswa turun ke lapangan dan tidak terpaku di menara gading kampus.

Fachri mengingatkan kembali pesan Bung Karno bahwa perjuangan generasi sekarang lebih sulit karena harus melawan kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan di dalam negeri.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah daerah SBT membuka ruang kolaborasi dengan GMNI dan elemen organisasi lainnya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Fachri berharap Konfercab III melahirkan kepemimpinan berintegritas dan progresif, serta agenda gerakan yang kuat berpihak pada rakyat.

“Musuh kita hari ini adalah kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan. Saya berharap GMNI sebagai garda terdepan akan bersama-sama dengan pemerintah mewujudkan cita-cita kemakmuran rakyat,” tuturnya.

Konfercab ke-III GMNI SBT ini dihadiri langsung Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI Sujahri Somar. Serta Ketua Persatuan Alumni GMNI SBT Abdul Aziz Yanlua dan beberapa dan beberapa pengurus lainnya.

Selain itu, beberapa pimpinan OKP/i di Kabupaten Seram Bagian Timur. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama tiga hari kedepan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....