Sekolah Dasar Dipalang Orang Tua Siswa, Gegara Pergantian Kepsek di SBT

  • 28 Okt 2025 12:16 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Aktivitas belajar mengajar di SDN 5 Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, terhenti pada Selasa (28/10/2025) pagi. Sekolah tersebut dipalang oleh sejumlah orang tua siswa yang memprotes pergantian kepala sekolah.

Pemalangan terjadi sekitar pukul 06.00 WIT dan berlangsung hingga sekitar pukul 08.00 WIT. Aksi itu akhirnya berakhir setelah warga setempat datang dan membuka palang sekolah. Meski begitu, pihak sekolah terlanjur memulangkan para siswa ke rumah masing-masing sehingga proses belajar mengajar hari ini tidak berjalan.

Kepala SDN 5 Bula yang baru menjabat Hamida Kilbaren, mengaku tidak menyangka akan ada aksi penolakan seperti itu.

“Aksi ini di luar katong (kita) punya ekspetasi. Aksi ini di luar katong punya prediksi. Katong pikir bupati adalah ketong pimpinan tertinggi, makanya katong jalan sesuai dengan SK bupati,” ujar Hamida kepada wartawan di Bula.

Hamida menegaskan bahwa pergantian kepala sekolah adalah keputusan pemerintah daerah berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati. Ia meminta semua pihak untuk tidak menanggapi kebijakan itu dengan tindakan yang dapat merugikan siswa.

“Betul, orang tua punya hak dan aspirasi yang ingin disampaikan. Tapi ini masalah negara juga. Masalah SK ini bukan katong minta siapa harus diganti. Ini sudah diatur dari atas. Saya sendiri pernah diganti setelah 15 tahun di SD Engkas dan saya legowo,” jelasnya.

Hamida menyesalkan dampak aksi tersebut yang menyebabkan anak-anak tidak bisa belajar.

“Yang rugi ini anak-anak. Kalau tujuh jam harus belajar, tapi belum sampai tujuh jam sudah pulang, berarti banyak waktu pelajaran hilang. Ke depan ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Hamida juga berharap pihak yang diduga memprovokasi aksi tersebut bersikap sportif dan menyelesaikan persoalan dengan cara baik-baik.

“Sekolah ini tempat mencerdaskan anak bangsa, bukan tempat mengacaukan keadaan,” ujarnya menambahkan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Seram Bagian Timur terkait insiden pemalangan SDN 5 Bula tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....