Pemkab SBT Genjot Pemenuhan Dokter Spesialis di RSUD Bula

  • 02 Nov 2025 17:14 WIB
  •  Bula

KBRN,Bula: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula. Saat ini, rumah sakit tersebut masih kekurangan empat dokter spesialis di bidang penting.

Wakil Bupati SBT, Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena, mengungkapkan hal itu saat memantau kegiatan pengobatan gratis yang dilaksanakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Gedung Serbaguna Dinas Kesehatan (Dinkes) SBT, Sabtu (1/11/2025).

“Yang mendasar ya, itu ada spesialis penyakit dalam, Obgyn, anak, dan bedah. Itu empat dasar,” kata Miftah.

Ia menegaskan, kekurangan tenaga dokter spesialis menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemkab SBT. Menurutnya, keterbatasan anggaran dan minimnya minat dokter untuk bertugas di daerah menjadi tantangan tersendiri.

“Memang ini jadi catatan untuk ke depan bagaimana inovasi dari Dinas Kesehatan bersama pemerintah daerah bisa mendatangkan dokter spesialis. Karena mungkin dengan insentif yang tergolong masih rendah, itu jadi salah satu faktor belum banyak spesialis yang mau datang ke sini,” ujarnya.

Miftah menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan dukungan berupa bantuan insentif bagi dokter spesialis. Ia berharap program tersebut bisa menjadi daya tarik bagi tenaga medis untuk bertugas di Kabupaten berjuluk Ita Wotu Nusa itu.

“Ke depan kami akan terus berupaya. Dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat, semoga bisa men-trigger dokter-dokter spesialis untuk mau datang ke SBT,” imbuhnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinkes SBT, Punira Kilwalaga, menegaskan bahwa insentif bagi dokter spesialis di SBT sebenarnya sudah cukup besar dibandingkan beberapa daerah lain.

“Untuk penyediaan dokter spesialis, insentif di SBT ini Insyaallah lebih baik, lebih besar,” ujar Punira.

Punira berharap, kegiatan pelayanan kesehatan dan seminar yang melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang SBT dapat menumbuhkan minat para dokter untuk bertugas di daerah tersebut.

“Tadi di sambutan juga saya sampaikan, siapa tahu ada dokter baru yang senang dengan suasana di sini dan mau pindah tugas ke SBT,” ungkapnya.

Ia menambahkan, mulai tahun 2026 mendatang, pemerintah pusat akan menyalurkan tambahan penghasilan bagi dokter spesialis yang bertugas di daerah Tertinggal, Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), termasuk SBT.

“Tahun depan itu ada bantuan dari pemerintah pusat untuk dokter spesialis di daerah DTPK. SBT jadi salah satu lokusnya, dan akan diberikan tambahan penghasilan sekitar Rp30 juta,” kata Punira.

Dengan adanya dukungan dari pusat dan upaya Pemkab SBT, pemerintah berharap layanan kesehatan di RSUD Bula semakin optimal dan mampu menjangkau seluruh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....