Perpusnas SMP 33 SBT dan Pustaka Wanu Perkuat Ekosistem Literasi Siswa

  • 13 Sep 2026 07:06 WIB
  •  Bula

RRI.CO.ID, Bula — Upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar terus dilakukan melalui kolaborasi antara pendidikan formal dan non formal. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) bersama SMP Negeri 33 Seram Bagian Timur (SBT) dan Komunitas Literasi Pustaka Wanu menghadirkan berbagai aktivitas literasi yang melibatkan siswa secara aktif.

Kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk mendorong minat baca siswa, tetapi juga mengembangkan kemampuan mereka dalam memahami, mengolah, serta menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari bahan bacaan.

Sejumlah aktivitas literasi dilakukan, diantaranya cerdas mengulas buku dan menulis cerita berbasis bahan bacaan. Melalui kegiatan tersebut, siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, mengembangkan imajinasi, sekaligus menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang baik dan berkelanjutan dengan mempertemukan peran sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dan komunitas literasi sebagai bagian dari pendidikan non formal," terang Harus Effendhy, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) kepada Radio Republik Indonesia (RRI) Bula via pesan WhatsApp, Sabtu, 12 September 2026.

Mewakili Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Haris Effendhy, selaku Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), hadir sebagai pembicara sekaligus fasilitator kegiatan. Pendampingan dilakukan dengan mendorong siswa agar tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu berpikir kritis, berdiskusi, berekspresi, dan menghasilkan karya berdasarkan apa yang mereka baca.

Dalam kegiatan tersebut, siswa didorong untuk melihat aktivitas membaca sebagai proses yang dapat melahirkan gagasan. Buku tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi siswa untuk mengenali berbagai perspektif, mengembangkan imajinasi, dan menyampaikan pemikiran secara kreatif.

Sementara itu, Nangsi Santy Lewerissa, selaku perwakilan Kepala SMP Negeri 33 Seram Bagian Timur, hadir sekaligus membuka kegiatan. Pihak sekolah menyambut baik dukungan dan perhatian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia terhadap penguatan budaya literasi di lingkungan SMP Negeri 33 SBT.

Kolaborasi lintas pihak tersebut dinilai penting karena penguatan literasi tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Diperlukan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari perpustakaan, komunitas, pegiat literasi, guru, orang tua, hingga lingkungan masyarakat.

Dengan adanya sinergi tersebut, ruang literasi diharapkan semakin terbuka dan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi siswa. Kegiatan membaca, berdiskusi, mengulas buku, dan menulis dapat menjadi bagian dari aktivitas yang menyenangkan sekaligus membangun kepercayaan diri siswa.

Kegiatan literasi juga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, aktivitas tersebut perlu terus dikembangkan menjadi wadah tumbuh bersama sekaligus ruang ekspresi bagi siswa.

Melalui ruang-ruang literasi yang terbuka dan menyenangkan, siswa diharapkan memiliki kesempatan untuk membaca lebih banyak, berpikir lebih luas, berani menyampaikan gagasan, serta menghasilkan karya.

Sebab, literasi bukan sekadar kemampuan membaca kata, tetapi juga kemampuan memahami kehidupan, mengolah pengetahuan, dan mengubahnya menjadi gagasan serta karya.

Kolaborasi antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, SMP Negeri 33 SBT, dan Komunitas Literasi Pustaka Wanu menjadi salah satu langkah dalam menghadirkan ekosistem literasi yang tumbuh bersama—dari sekolah, dari komunitas, dan untuk masa depan generasi muda Seram Bagian Timur.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....