Tabulik Institute Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyerangan Warga SBT
- 27 Des 2025 10:05 WIB
- Bula
KBRN, Bula: Tabulik Institute mengutuk keras aksi penyerangan terhadap warga asal Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang terjadi di lingkungan STAIN Ambon, Jumat (26/12/2025).
Penyerangan yang diduga dilakukan oleh sekelompok warga dan pemuda tersebut dinilai berpotensi memicu konflik horizontal jika tidak segera ditangani aparat penegak hukum.
Ketua Tabulik Institute, Junedi Mahad, menegaskan kepolisian harus bergerak cepat menangkap para pelaku. Menurutnya, penanganan yang lambat justru membuka ruang eskalasi konflik di lapangan.
“Jika pelaku segera ditangkap, persoalan langsung selesai. Tetapi hingga kini belum ada perkembangan signifikan, sehingga masalah ini bisa berkepanjangan,” kata Junedi dalam keterangannya, Sabtu (27/12/2025).
Junedi menilai Kapolda Maluku perlu mengambil langkah cepat dan terukur untuk memastikan situasi tetap kondusif. Ia menekankan kepolisian memiliki kemampuan intelijen yang memadai untuk mengungkap pelaku penyerangan.
“Kami mendesak Kapolda Maluku segera menangkap pelaku. Kepolisian memiliki perangkat intelijen yang cukup, sehingga tidak semestinya satu pelaku saja sulit ditemukan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar kasus ini tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok. Menurut Junedi, peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya terhadap warga SBT di kawasan tersebut dan harus menjadi pelajaran bersama.
“Konflik horizontal harus menjadi pelajaran. Kita semua adalah orang basudara. Kasus ini harus ditangani dengan baik agar tidak meluas,” katanya.
Selain mendesak penegakan hukum, Tabulik Institute juga mengimbau masyarakat SBT, khususnya mahasiswa dan pemuda yang berada di Kota Ambon, untuk tetap tenang dan menjaga kondusivitas.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada namun tidak terpancing. Terima kasih kepada basudara pela dari Kei yang terus memberikan dukungan. Mari menjaga kedamaian di negeri para raja,” tutur Junedi.
Ia menegaskan bahwa fokus utama masyarakat seharusnya pada proses hukum agar pelaku segera diproses sesuai aturan yang berlaku. Tabulik Institute berharap Polda Maluku dapat memberikan kepastian hukum guna mencegah berkembangnya potensi konflik sosial di tengah masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah warga SBT yang mayoritas merupakan mahasiswa mengalami luka akibat terkena senjata tajam dan kini masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Kota Ambon.