Pertamina: UMKM Harus Terus Adaptif

  • 23 Sep 2025 14:26 WIB
  •  Bula

KBRN, Bula: Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman agar tetap menarik dan berdaya saing. Hal ini disampaikan oleh praktisi UMKM, Febe Josina Binnendyk dari Winday Partner, dalam Pelatihan Digital Marketing yang digelar oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Integrated Terminal Wayame beberapa hari lalu.

Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Atsiri Duskar Wangi, yang memasuki tahun ketiganya. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas kelompok penyuling minyak atsiri di Dusun Kranjang, Desa Wayame.

"UMKM harus terus berinovasi, termasuk dalam cara memasarkan produknya. Pemanfaatan platform seperti WhatsApp Business sangat relevan karena mudah diakses dan digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha yang lebih senior," ujar Febe di hadapan peserta.

Febe juga membawakan materi praktis seputar teknik fotografi produk untuk katalog digital. Menurutnya, tampilan visual yang menarik menjadi kunci untuk meningkatkan daya tarik produk UMKM di era digital.

Pelatihan ini diikuti oleh anggota Kelompok Bunga Tani, pelaku UMKM Desa Wayame, mahasiswa, hingga pelaku usaha dari luar binaan Pertamina. Hadir pula Kepala Desa Wayame sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.

Integrated Terminal Manager Wayame, Novi Prasetyo, menegaskan pentingnya pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha lokal.

"Ini adalah upaya konkret kami dalam mendampingi masyarakat agar mampu menjawab tantangan pasar modern dan meningkatkan nilai tambah produknya. Selain pelatihan, kami juga memberikan bantuan sarana produksi dan pendampingan pengurusan izin edar BPOM," jelas Novi.

Produk minyak atsiri seperti kayu putih, cengkeh, nilam, dan serai merah yang diproduksi Kelompok Bunga Tani memiliki potensi besar di pasar global. Namun selama ini, strategi pemasaran digital masih belum dimaksimalkan.

Program ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Area Manager Comm. Rel & CSR Papua Maluku, Ispiani, berharap program Atsiri Duskar Wangi bisa menjadi penggerak ekonomi lokal.

"Harapannya, program ini tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat Wayame, tapi juga membawa produk atsiri Maluku menembus pasar nasional dan internasional secara berkelanjutan," pungkas Ispiani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....